3 Misteri Kecelakaan Pesawat yang Sampai Saat ini Belum Terpecahkan

3 Misteri Kecelakaan Pesawat yang Sampai Saat ini Belum Terpecahkan

3 Misteri Kecelakaan Pesawat yang Sampai Saat ini Belum Terpecahkan

KABARBERITAONLINE – Terdapat beberapa masalah hilangnya pesawat yang sebabnya tidak terkuak saat sekian tahun. Banyak pakar penerbangan memiliki pendapat jika Segitiga Bermuda jadi tempat yang seringkali meraibkan kapal laut serta burung besi yang melintas diatas atau sekelilingnya.

Akan tetapi ada insiden lainnya yang berlangsung di luar Segitiga Bermuda, dimana pesawat nampaknya amblas demikian saja saat terbang tanpa ada dapat diketemukan puingnya sesudah diadukan hilang. Di lain waktu, ada pesawat yang tidak diduga jatuh dengan dikit peringatan sesudah hilang kontak.

Tersebut 3 misteri kecelakaan pesawat yang tersisa tanda pertanyaan dalam dunia kedirgantaraan, karena belum dapat dipecahkan sampai sekarang.

1. Helios Airways Penerbangan 522

14 Agustus 2005, Helios Airways penerbangan 522 tengah dalam perjalanan dari Siprus ke Yunani, saat tidak diduga petugas pengatur jalan raya hawa (ATC) kehilangan kontak dengan pesawat.

Sesudah dikatakan hilang, dua jet tempur Yunani keluar mencarinya. Mujur, team pelacak sukses temukan pesawat.

Waktu diketemukan, mereka lihat ke-2 pilot Helios tidak sadarkan diri. Pilot pesawat tempur lalu memerhatikan seseorang pramugari, yang menggenggam botol oksigen, membobol kokpit yang terkunci dari dalam serta berupaya ambil kendali 522.

Sayangnya, ia terlambat serta pesawat kehabisan bahan bakar, menabrak bukit di dekat Grammatiko, menewaskan kebanyakan orang di dalamnya yang sejumlah 121 –151 penumpang serta 6 kru pesawat.

Sesudah penyidikan dikerjakan, diumumkan jika kabin kehilangan desakan hingga membuat ke-2 pilot tidak sadarkan diri.

Walau sebabnya telah didapati, masih tetap tersimpan pertanyaan besar berkaitan keamanan kokpit yang dikuci dari dalam.

Kokpit yang ditutup rapat dipandang seperti mekanisme normal sesudah tragedi 9/11, tapi hal tersebut membuat kru penerbangan serta kru kabin kesusahan untuk berkomunikasi.

Kalau awak Helios Airways Penerbangan 522 bisa masuk kokpit bertambah cepat, kecelakaan mungkin punya potensi bisa dijauhi.

2. Flying Tiger Line Penerbangan 739

16 Maret 1962, saat Perang Vietnam, pesawat Flying Tiger Line type Lockheed L-1049 Super Constellation punya militer AS, dengan nomer penerbangan 739, membawa 96 tentara serta 11 awak dari Guam ke Filipina saat diadukan menghilang diatas Palung Mariana di Samudra Pasifik.

Anggota awak kapal tanker Standar Oil bersaksi lihat ledakan di langit seputar satu jam sesudah pesawat lakukan komunikasi paling akhir, walau tidak ada tanda bahaya yang dibikin oleh pilot.

Banyak pesawat serta kapal pelacak menelusuri lebih dari 200.000 mil persegi saat delapan hari untuk mencari puing-puing pesawat, tapi tidak ada satu juga yang diketemukan.

Insiden ini menyebabkan rumor mengenai pemicu kecelakaan. Satu diantaranya teori mengatakan, pemerintah AS dengan tidak menyengaja menembak jatuh Flying Tiger Line serta coba menutupinya dengan menjelaskan jika kecelakaan itu kemungkinan berlangsung sebab rusaknya mesin serta komunikasi.

3. Boeing B-47 Stratojet

Maret 1956, Boeing B-47 Stratojet terbang dari Pangkalan Angkatan Hawa MacDill di Florida ke Pangkalan Hawa Ben Guerir di Maroko, saat menghilang diatas Laut Mediterania.

Sesudah mengakhiri penghentian pengisian bahan bakar pertamanya tanpa ada permasalahan, pesawat isi bahan bakar kedua-duanya. Waktu itu, pesawat dikatakan hilang, karena pilot tidak lakukan kontak dengan kapal tanker penyuplai bahan bakar itu.

Penelusuran ekstensif dikerjakan, akan tetapi tidak diketemukan jejak atau puing-puing pesawat. Semua orang yang ada di dalamnya juga dikatakan death in absentia atau wafat tanpa ada diketemukan jasadnya.

Boeing Mode 450 B-47 Stratojet ialah pembom strategis pengintai bertenaga jet periode panjang, enam bermesin, yang didesain untuk terbang pada kecepatan subsonik tinggi serta di dataran tinggi untuk hindari intersepsi musuh.

Misi B-47 berperan penting menjatuhkan bom nuklir di Uni Soviet. Akan tetapi saat itu, senjata nuklir bahkan juga belum pernah diketemukan saat investigasi raibnya B-47.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *