4 Debat Seru Masinton Pasaribu Versus Andre Rosiade di TV

4 Debat Seru Masinton Pasaribu Versus Andre Rosiade di TV

4 Debat Seru Masinton Pasaribu Versus Andre Rosiade di TV

KABARBERITAONLINE – Mendekati Penentuan Presiden 2019, suhu politik di Indonesia makin panas. Ditambah lagi, pada tim calon presiden Jokowi serta Prabowo yang sering beradu alasan di beberapa acara. Seperti belakangan ini, dalam acara ‘Dua Arah’ di stasiun TV swasta politisi PDIP Masinton Pasaribu debat seru dengan Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade. Bahkan juga Andre sampai menunjuk-nunjuk Masinton waktu menyentuh style kampanye Prabowo-Sandi.

Berikut kutipan-kutipan debatnya:

1. Masinton Singgung Rp 50 Ribu Tidak Cukuplah Beli Sayur

Calon wakil presiden Sandiaga Uno seringkali blusukan ke pasar-pasar. Berdasar pada curhatan ibu-ibu, nilai uang sekarang ini tidak cukuplah untuk beli keperluan keseharian. Perihal seirama ikut disibak oleh Titiek Soeharto yang berada di barisan Prabowo-Sandi. Menurut dia, uang Rp 50 ribu tidak dapat untuk beli sayur mayur di pasar.

Menyikapi hal tersebut, politisi PDIP Masinton Pasaribu menjelaskan pengakuan itu terlalu berlebih. Karena uang Rp 50 ribu masih tetap dapat untuk beli keperluan dapur. Menurut dia nilai uang itu janganlah disamakan dengan keperluan Titiek Soeharto, Sandiaga atau Andre Rosiade. “Dengan Rp 50 ribu rakyat dapat beli beberapa macam, beli sabun, telur dan sebagainya keperluan inti ia. Tetapi tidak dapat mengukur kebuthan Bung Andre dengan rakyat,” kata Masinton.

2. Rakyat Ngeluh Nilai Uang Melemah

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade tampak emosi, waktu Politisi PDIP Masinton Pasaribu menyebutkan uang Rp 50 ribu masih tetap dapat beli keperluan sayur di pasar. Dengan suara tinggi sekalian menunjuk Masinton, Andre menjelaskan arti dari pengakuan Calon wakil presiden Sandi serta Titiek Soeharto supaya pemerintah tahu jika sekarang ini Rp 50 ribu itu jauh melemah di banding dahulu.

4 Debat Seru Masinton Pasaribu Versus Andre Rosiade di TV
4 Debat Seru Masinton Pasaribu Versus Andre Rosiade di TV

Andre menjelaskan banyak masyarakat merintih saat ia turun juga langsung ke lapangan. “Yang dikatakan Mba Titiek serta Bang Sandi itu jika mesti diamankan oleh pemerintah. Dengan uang Rp 50 ribu serta Rp 10 itu jauh melemah. Bukan Masinton saja yang bertemu rakyat. Saya ikut Jumat, Sabtu, Minggu bertemu, semua merintih Gan. Contoh saya ke Dapil, dahulu harga sayur per ikat di Kota Padang itu Rp 2 ribu optimal Rp 4 ribu. Saat ini tempo hari saya hadir semua merintih,” kata Andre.

3. Sontoloyo Lahir Dari Kejengkelan

Dalam debat pada Politisi PDIP Masinton Pasaribu dengan Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade kembali mengulas tentang politik sontoloyo yang disampaikan Presiden Jokowi. Menurut Masinton, diksi sontoloyo bukan diksi baru dii dunia politik. Itu juga terlontar karena Jokowi kesal dengan bermacam hoaks yang seringkali muncul sekarang ini.

“Sontoloyo lahir dari kejengkelan, dari keadaan yang bagaimana hoaks direproduksi terus-terusan, kebohongan dikatakan terus-terusan. Sebab jika kebohongan dikatakan terus-terusan dapat jadi kebenaran juga. 99 % kata Prabowo rayat kita sulit. Ia mencuplik World Bank. World Bank menyanggah. jadi ini apakah? Ada keadaan pemaksaan kebohongan pada penduduk, dicekokkan terus-terusan hingga jadi kebenaran. Ini yang kita mengenai,” tutur Masinton.

4. Sontoloyo Kepanikan Jokowi

Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade cukuplah meradang waktu Masinton menyebutkan Prabowo Subianto lakukan kebohongan tentang kehidupan rakyat Indonesia. Dengan suara emosi, Andre menjelaskan bila Prabowo memiliki data masalah kesulitan rakyat Indonesia. Menurut dia, perkataan Presiden Jokowi masalah sontoloyo adalah satu kepanikan sebab hasil survey terhadapnya stagnan di 42 perse.

“Pak Prabowo miliki data jika memang 1 % masyarakat Indonesia yang kuasai semua Sumber Daya Alam (SDA) serta kekayaan di Indonesia. Itu bukti. 99 % rakyat sulit, itu data World Bank. Itu penguasa orang kaya di Indonesia itu 1 %. Itu bukti. Prabowo banyak bertemu penduduk, 99 % dari rakyat yang didapati menyalahkan mereka hidup dalam kesusahan serta kesulitan. Jokowi bicara sontoloyo sebab kepanikan Jokowi survey stag di 42 %,” jelas Andre.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *