5 Suara Misterius yang Masih Belum Terpecahkan oleh Ilmu Pengetahuan

5 Suara Misterius yang Masih Belum Terpecahkan oleh Ilmu Pengetahuan

5 Suara Misterius yang Masih Belum Terpecahkan oleh Ilmu Pengetahuan

KABARBERITAONLINE – Banyak suara misterius yang tidak bisa diterangkan, dimana terdengar seringkali dengan frekwensi berulang, yang sudah dilaporkan di semua dunia.

Beberapa masih jadi misteri saat sekian tahun sebelum pada akhirnya teratasi dengan ilmiah, seperti ‘bloop’, atau suara frekwensi ultra-rendah yang begitu kuat serta keras, hingga bahkan juga seekor paus biru juga tidak dapat mengeluarkannya.

Saat diketemukan oleh mikrofon laut pada 1997, bloop awalannya disangka menjadi suara intaian di kedalaman yang belumlah ditelusuri. Semakin besar dari makhluk laut raksasa yang sempat didapati.

Sebenarnya tidak semacam itu. Seputar 15 tahun sesudahnya, riset ilmiah membuka jika bloop dikarenakan oleh rack es raksasa yang pecah di Antartika.

Bloop bukan sekedar suara misterius yang mengundang perhatian periset untuk mencari pembuktiannya saat betahun-tahun. Masih tetap terdapat beberapa perihal sama yang lain yang menggelitik ilmuwan untuk memecahkannya.

Berikut lima suara misterius yang belum juga dapat dipecahkan oleh ilmu dan pengetahuan.

1. Dengungan

Suara frekwensi rendah yang stabil sudah mengganggu beberapa orang di semua dunia semenjak sekurang-kurangnya dekade 1960-an. Sejumlah besar saksi menjelaskan itu terdengar seperti mesin truk yang berhenti, serta penyumbat telinga tidak menolong untuk memblokirnya.

Dimaksud Hum, atau dengungan, suara itu didokumentasikan dengan begitu baik hingga kita bahkan juga mempunyai beberapa statistik, yaitu cuma bisa didengar oleh seputar 2 % dari keseluruhan populasi dunia.

Biasanya hal itu berlangsung di ruang, serta jadi lebih keras pada malam hari. Diluar itu, suara misterius berkaitan seringkali tampil di pedesaan serta pinggir kota, dimana condong didengar oleh beberapa orang 1/2 baya.

Sebagian orang menyangsikan dengungan menjadi suara fisik. Sepersekian masalah yang di teliti dengan psikologis, menyebutkan beberapa orang sangat konsentrasi pada kebisingan seputar.

Beberapa sumber yang dikesampingkan, menurut periset, seperti kebisingan jalan raya, perlengkapan industri, jaringan listrik serta menara telephone.

Teori-teori lainnya dari beberapa peluang logis sudah dianjurkan, seperti gempa bumi, perkawinan ikan, aliran listrik atau gas, terowongan dibawah bumi, piranti komunikasi nirkabel, serta bahkan juga kehadiran alien.

Satu studi oleh pakar geografi David Deming, dari University of Nebraska, tunjukkan jika dengungan mungkin sebetulnya ialah dari hasil transmisi radio Very Low Frequency (VLF) yang dipakai oleh kemampuan militer.

Riset lainnya tunjukkan jika dengungan datang dari kejadian terestrial atau geologis alami. Ini ialah bukti yang dipelajari dengan baik, saat tahu jika hewan nampaknya bisa meramalkan gempa, dimana mungkin beberapa manusia mempunyai proses yang sama.

2. Getaran Langit

Getaran langit ialah suara lainnya yang terdengar di semua dunia. Dari Sungai Gangga di India sampai Laut Jepang, ledakan misterius ini terdengar seperti tembakan meriam yang turun dari langit.

Mereka umumnya terdengar di dekat air, kadang-kadang mengguncang jendela serta piring. Beberapa sudah diterangkan oleh pesawat militer yang pecahkan penghambat suara, tapi itu tidak mempertimbangkan laporan mengenai gempa yang terdengar sampai tahun 1824.

Beberapa ilmuwan sudah temukan beberapa peluang pemicu. Di dekat pantai, ledakan mungkin dikarenakan oleh ombak besar yang menghajar tebing.

Bukit pasir ikut dapat, lewat proses yang tidak diterangkan, membuahkan suara termasuk juga di kesempatan langka, ledakan besar.

Teori yang lain ialah meteor yang membuahkan ledakan sonik waktu meluncur cepat ke atmosfer, atau juga bisa oleh gelombang kejut karena ejeksi massa koronal dari Matahari yang menabrak medan magnet Bumi.

Diluar itu, ada juga yang menyebutkan getaran langit datang dari letusan gunung berapi yang jauh, rambatan guntur lewat atmosfer atas, gempa yang membuat kebisingan waktu pecahkan kerak bumi, dan gas yang menyembur dari bawah basic laut atau danau.

3. Paus 52 Hertz

Satu frekwensi suara yang mirip komunikasi paus, akan tetapi berlainan, sudah terlacak seringkali di Pasifik Utara oleh rangkaian hidrofon angkatan laut, yang diklasifikasikan semenjak tahun 1992.

Walau suara itu mempunyai persamaan spesifik dengan suara paus biru serta paus sirip, akan tetapi nyatanya tidak mempunyai hubungan benar-benar.

Suara aneh itu cuma terdengar singkat, serta seringkali tertangkap pada frekwensi 52 Hertz, tambah lebih tinggi dibanding spesies paus yang lain.

Untuk didapati, paus biru umumnya berkomunikasi pada frekwensi pada 10–39 Hertz, serta paus sirip pada kecepatan 20 Hertz.

Untuk menuturkan suara aneh ini, beberapa ilmuwan berspekulasi jika hal tersebut datang dari hewan yang mungkin cacat atau hibrida seperti keturunan paus biru serta paus sirip.

Opini lainnya memprediksi itu bisa saja bentuk nyanyian hewan laut yang belumlah diketemukan spesiesnya.

4. Sapuan Atas

Jenis suara misterius ini terbagi dalam serangkaian panjang suara yang menyapu berkali-kali ke atas, seperti lolongan tidak lumrah, dari frekwensi rendah ke frekwensi tinggi.

Suara ada misterius ini pertama-tama terdeteksi di lautan Pasifik pada 1991 oleh hidrofon otonom dari Administrasi Kelautan serta Atmosfer Nasional AS (NOAA).

Menariknya, intensitas suara itu beralih selama tahun, mencapai puncak pada musim semi serta musim gugur, walau beberapa ilmuwan tidak meyakini apa ini dikarenakan oleh pergantian lingkungan yang dilewati suara.

Sapuan atas mempunyai satu keterangan yang logis, tapi belumlah di konfirmasi seutuhnya, yaitu gunung berapi bawah laut.

Diprediksikan suara itu mungkin dari hasil lava panas yang mengalir ke air laut yang dingin. Walau masih tetap bisa dideteksi, tingkat frekwensi sapuan atas sudah perlahan-lahan alami penurunan semenjak penemuan awal.

5. Nyanyian Mesir Kuno

Bila beberapa suara misterius biasanya terdengar saat beberapa dekade paling akhir, tapi beberapa ribu tahun kemarin nyatanya sudah muncul kejadian sama, yaitu pada masa Mesir Kuno.

Di samping barat Sungai Nil dekat Luxor, Mesir, dua patung batu kembar berdiri dengan gagah. Dikatakan sebagai Colossi of Memnon, sebagai penghormatan pada Firaun Amenhotep III.

Pada 27 SM, gempa besar merusak sisi dari salah satunya patung kolosal, merusak sisi bawah serta beberapa atasnya.

Selekasnya sesudahnya, beberapa orang mulai memerhatikan suatu yang aneh, patung itu mulai ‘bernyanyi’. Suara misterius itu umumnya hadir waktu fajar serta terpenting dilaporkan pada bulan Februari atau Maret.

Buat sejarawan serta pakar geografi Yunani, Strabo, suara misterius itu terdengar seperti satu pukulan, sesaat pengelana serta geografi Yunani Pausanias membandingkannya dengan rangkaian pemecah kecapi.

Di lainnya pihak, beberapa ilmuwan mmodern berspekulasi suara itu dikarenakan oleh kenaikan panas serta kelembapan di puing-puing batu waktu Matahari keluar. Tapi mereka tidak bisa mengecek teorinya, sebab walau patung-patung itu masih tetap ada, suaranya tak akan terdengar.

Pada seputar tahun 199 Masehi, kaisar Romawi Septimius Severus memerintah perbaikan rusaknya karena gempa, serta konon semenjak itu, nyanyian misterius itu menghilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *