8 Gempa Bumi Paling Mematikan yang Pernah Terjadi di Asia

8 Gempa Bumi Paling Mematikan yang Pernah Terjadi di Asia

8 Gempa Bumi Paling Mematikan yang Pernah Terjadi di Asia

KABARBERITAONLINE – Gempa bumi di dekat gunung berapi Anak Krakatau pada Sabtu 22 Desember 2018 malam disangka kuat berperan pada tsunami dahsyat di Selat Sunda, yang hadir tidak diduga tiada peringatan.

Guncangan gempa sebelum tsunami menerjang pesisir pantai Selat Sunda dilaporkan terdeteksi oleh Pusat Riset Geosains Jerman (GFZ). Instansi itu menjumpai ada lindu bermagnitudo 5,1 seputar 25 km. samping timur Anak Krakatau pada Sabtu 22 Desember jam 20.55 waktu ditempat.

Sesaat Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) menjumpai letusan dari gunung berapi pada jam 21.03, serta stasiun pengukur pasang surut di Banten serta Lampung menjumpai tsunami pada jam 21.27 sampai 21.53 malam.

Menurut artikel dari www.gfz-potsdam.de yang diambil Senin. 24 Desember 2018, diketemukan ada bukti jika gempa bumi besar bisa menyebabkan atau menahan kegiatan gunung berapi. Satu launching dari Pusat Vulkanologi serta Mitigasi Musibah Geologi (PVMBG) ikut mengatakan jika lindu peluang menguatkan letusan Anak Krakatau.

Walau demikian, baik pihak PVMBG ataupun BMKG mengatakan masih tetap perlu penyidikan lapangan berkaitan pemicu tsunami Selat Sunda.

Selain itu awal mulanya, gempa bermagnitudo 6,9 yang mengguncang Lombok menewaskan sekurang-kurangnya. 319 orang, melukai lebih dari 160.000 orang, merusak beberapa puluh ribu rumah, serta mengubur masyarakat desa dibawah puing-puing masjid serta bangunan yang lain.

Walau mengakibatkan kerusakan, gempa bumi ini terdaftar tidak demikian mematikan daripada yang sempat berlangsung di belahan Bumi Asia yang lain.

Berikut penjelasan delapan gempa sangat mematikan dalam riwayat yang sempat berlangsung di Asia.

1. Gempa Bumi Shaanxi 1556, China

Lebih dari 830.000 orang wafat sesudah 23 Januari 1556, saat Tiongkok tengah dirundung gempa sangat mematikan yang sempat terdaftar riwayat.

Dengan pusat gempa di Lembah Sungai Wei, gempa bermagnitudo. 8 itu berasa sampai ke 10 propinsi – bahkan juga mengakibatkan kerusakan bangunan di kota-kota yang jauhnya beberapa ratus mil. Menewaskan seputar 60% dari populasi di sejumlah negara yang sangat kronis dirundung.

Jumlahnya korban jiwa sejumlah besar dikarenakan oleh runtuhnya beberapa tebing di Loess Plateau, dimana beberapa orang tinggal di gua-gua yang dimaksud yaodongs. Tempat itu hancur jadi debu saat gunung-gunung berguncang. Tanah longsor menyapu semua pemukiman.

Bencana ini diketahui menjadi “Gempa Besar Jiajing,” satu rujukan pada kaisar eponymous dari Dinasti Ming yang menyuruh saat itu.

Gempa bumi dahsyat yang lain menghajar propinsi tetangga, Ningxia pada 1920, menewaskan lebih dari 200.000 orang serta membuatnya salah satunya musibah sangat mematikan di Tiongkok.

2. Gempa Nepal-Bihar 1934

Seputar enam mil di selatan Gunung Everest, bumi mulai bergemuruh pada sore hari 15 Januari 1934. Cuma dikit yang tersisa sesudah lindu terburuk yang terdaftar di Nepal bermagnitudo 8,1 itu meratakan sejumlah besar dari tiga kota besar di Lembah Kathmandu serta beberapa di India Utara serta Timur Laut.

Diprediksikan 10.700 sampai 12.000 orang terbunuh oleh gempa bumi yang merusak beberapa ratus km. dari Bihar sampai Assam.

Dikelilingi oleh puing-puing di dekat ibu kota Nepal, satu susunan masih begitu utuh: Kuil Pashupati, dewa penjaga bangsa, dilaporkan tidak terdampak.

Dalam tempat lainnya, pasir serta air naik dari celah-celah di tanah, melunakkan hamparan 186 mil. Sebagian orang memvisualisasikan bangunan terbenam ke lumpur serta mengambang menjauh dari fondasinya.

3. Gempa Tangshan 1976, China

Sejumlah besar masyarakat Tangshan tengah tertidur lelap saat bangunan di seputar mereka roboh pada 28 Juli 1976 jam 03.43 pagi hari. Kota industri di timur laut Propinsi Hebei China itu dirundung gempa bermagnitudo 7,6 yang merusak lebih dari sepertiga dari semua penduduknya.

Korban meninggal sah diprediksikan seputar 242.000, walau dengan beberapa prediksi kematian mungkin sampai 655.000, menurut Survey Geologi A.S.

Jalan kereta api, jembatan, serta jalan raya tidak dapat dilalui, serta beberapa penyintas terjerat dibawah tumpukan batu bata yang menanti untuk diselamatkan.

Seputar 80% bangunan di semua kota rata atau rusak kronis; tingkat rusaknya sejumlah besar dikarenakan oleh ketidaksiapnya Tangshan untuk musibah walau dibuat langsung diatas garis patahan aktif yang didapati.

Gempa Tangshan ialah subyek novel. 2006 karya Zhang Ling yang dikasih judul Aftershock, yang lalu diadaptasi ke monitor perak oleh sutradara Feng Xiaogang. Cerita film nya direvisi ikuti kehidupan tokoh penting beberapa dekade lalu, saat gempa dahsyat lainnya menghajar Propinsi Sichuan di China tengah.

4. Gempa Gujarat 2001, India

Gujarat sebetulnya beberapa kali sudah diguncang lindu awal mulanya, tapi yang berlangsung tahun. 1819 serta 1956 tidak demikian kuat bila dibanding dengan guncangan magnitudo 7,6 yang pada 26 Januari 2001. Sekurang-kurangnya 20.000 orang dipercaya sudah meninggal. Beberapa ratus ribu bangunan hancur dalam gempa terkuat yang menghajar negara sisi sangat barat India dalam kurun waktu hampir seabad.

Distrik Bhuj yang sangat kronis terserang efeknya, seputar 12 mil dari pusat gempa. Desa-desa di sekelilingnya yang bersisihan dilaporkan betul-betul rata, serta beberapa yakin angka kematian tambah tinggi dari prediksi sah karenanya sebab banyak masyarakat desa miskin yang tidak dengan sah disadari oleh pemerintah; tidak ada akta kelahiran, tidak ada kartu jati diri.

5. Gempa Bumi serta Tsunami Samudra Hindia 2004, Sumatra, Indonesia

19 mil dibawah permukaan laut pada awal. 26 Desember 2004, gempa bumi bermagnitudo 9,1 mengguncang laut di dekat pantai Sumatra, dibagian barat laut kepulauan Indonesia. Tsunami lalu menghajar garis pantai sejauh Afrika Selatan, seputar 5.300 mil jauhnya.

Nelayan yang mengangkat perahu mereka di perairan dekat Indonesia, Thailand, Malaysia, Sri Lanka, serta dalam tempat lainnya lihat gelombang pasang tersedot ke laut. Selang beberapa saat, ombak setinggi. 100 kaki hadir mengarah garis pantai, merubah kota jadi rawa-rawa penuh dengan jasad manusia serta puing-puing yang basah kuyup.

Lebih dari 227.000 orang dikatakan meninggal atau hilang dalam tragedi yang menerpa 14 negara di dua benua.

1 minggu sesudah tsunami menempa, saat beberapa orang yang selamat di pantai mengecek puing-puing, seseorang nelayan bernama Bustami dari desa Bosun di Sumatra memvisualisasikan momen itu pada TIME:

“Tidak ada tsunami lainnya dalam riwayat yang terdaftar yang mematikan, dengan korban dari semua dunia termasuk juga diantara korban. Ombak merusak desa, kota, lokasi untuk berlibur elegan, sekolah, serta rumah sakit. Beberapa korban bertahan berpegangan pada pohon-pohon palem saat air menyapu melalui kaca, beberapa bagian mobil serta jasad manusia,” tuturnya.

“Saat air melambat serta surut, beberapa penyintas serta penyelamat berjalan dengan sulit payah melalui puing-puing yang digenangi air. terkadang mereka berdiri diatas jasad manusia. Rimba bakau, terumbu karang, serta kehidupan laut hancur, tinggalkan sinyal kekal pada lingkungan serta ekonomi regional.”

Pemerintah di semua dunia menghimpun seputar $ 14 miliar untuk menolong daerah yang terserang efek. Garis pantai lalu dibuat kembali ke beberapa tahun selanjutnya dengan pertanda peringatan, pertanda yang menunjuk ke jalan ke arah dataran yang tambah tinggi, serta Skema Peringatan Tsunami Samudra Hindia mulai daring pada tahun 2006.

“Saya tidak paham apakah itu tsunami … tidak ada yang memberi tahu,” kata seseorang yang selamat di Kota resor Thailand Khao Lak menjelaskan pada TIME sepuluh tahun lalu. Ini hari, mereka bisa tahu karena pembaruan itu.

6. Gempa Bumi Sichuan 2008, Tiongkok

Satu dekade lalu, gempa bumi yang mengguncang Propinsi Sichuan China pada. 12 Mei 2008, masih tetap terlihat besar dalam daya ingat. Sesaat gempa bermagnitudo 7,9 tidak pecahkan rekor dalam soal kekuatannya, lindu itu tinggalkan efek yang merusak pada hilangnya nyawa manusia serta karena yang berkelanjutan.

Lebih dari 87.000 orang dilaporkan meninggal serta hilang, dan 4,8 juta orang kehilangan rumah karena kehancuran pascagempa. Dalam soal kerugian ekonomi, lindu itu ialah yang paling tinggi ke-2 dalam jumlahnya absolut dalam riwayat, serta adalah satu diantara contoh-contoh dalam riwayat belakangan ini dimana China minta pertolongan serta pertolongan internasional untuk menolong usaha pemulihan dengan prediksi $ 137,5 miliar untuk pembangunan kembali daerah yang terserang efek.

7. Gempa Bumi serta Tsunami Tōhoku 2011, Jepang

Gempa bermagnitudo 9,0 menempa pantai timur laut Jepang serta lokasi Tohoku pada. 11 Maret 2011, menyebabkan tsunami serta menyebabkan musibah. Itu ialah lindu paling besar ke lima dalam dunia semenjak tahun 1900, serta kekuatannya bahkan juga merubah medan gravitasi bumi, menggetarkan satelit yang mengorbit di pinggir luar atmosfer Bumi.

Gempa itu mengakibatkan tsunami yang menghajar garis pantai Jepang dengan gelombang setinggi lebih dari 32 kaki, serta meniti jarak 6,2 mil ke daratan. Hampir 20.000 orang diyakinkan meninggal serta 2.500 hilang dalam musibah itu.

Krisis ke-3 meletus saat tingkat desakan di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima di lokasi itu sampai tambah lebih tinggi dari umumnya sebab kemampuan gelombang tsunami. Pada hari-hari sesudah gempa, ledakan di pabrik mengakibatkan pelepasan radiasi di daerah sekelilingnya serta evakuasi massal.

Pada bulan April, krisis di Fukushima dinaikkan jadi musibah tingkat. 7 pada Taraf Nuklir Internasional, masuk cukup dengan satu momen lainnya dalam kelompok ini: musibah tahun. 1986 di pembangkit nuklir Chernobyl di sisa Uni Soviet.

8. Gempa Nepal 2015

Bukan rahasia kembali jika Nepal rawan pada musibah mematikan, serta gempa bermagnitudo 7,8 yang menempa dekat Distrik Lamjung pada. 24 April 2015 jadi diantaranya.

Saat seputar 50 detik, tanah bergetar hebat serta menyebabkan bangunan-bangunan roboh di pedesaan Himalaya yang miskin serta jantung ibu kota.

Lantas datanglah gempa susulan. Gempa bermagnitudo 6,9 di hari selanjutnya yang menyebabkan tanah longsor di Gunung Everest di dekatnya, menewaskan 21 orang dalam sehari — bencana sangat mematikan di gunung paling tinggi dunia.

Lebih dari 150 orang yang lain meninggal saat gempa bumi ke-2 menghajar garis patahan yang sama pada 12 Mei, sesaat penyelamat masih tetap berupaya memberi pertolongan pada mereka yang terserang efek guncangan awal.

Hampir 9.000 orang terbunuh dalam musibah itu, serta juta-an orang kehilangan rumah dalam waktu cepat. Beberapa lokasi terpencil di daerah yang sangat kronis membuat operasi penyelamatan serta pertolongan jadi begitu susah, sesaat sejumlah besar dari mereka yang terserang efek ialah masyarakat desa yang miskin dengan dikit service atau tiada infrastruktur.

Usaha pertolongan multinasional di luncurkan untuk menolong Nepal, salah satunya negara termiskin di Asia, dengan pekerjaan besar temukan populasi yang terserang efek serta memberi pertolongan medis serta air bersih sebab resiko penyakit menyebar besar sekali. Keseluruhan rusaknya diprediksikan sampai 7 sampai 10 miliar dolar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *