Bawaslu Ingin Menelusuri Sumber Dana Jokowi Memborong Sabun Cuci

Bawaslu Ingin Menelusuri Sumber Dana Jokowi Memborong Sabun Cuci

Bawaslu Ingin Menelusuri Sumber Dana Jokowi Memborong Sabun Cuci

KABARBERITAONLINE – Bawaslu pada akhirnya turun tangan masalah Jokowi memborong sabun cuci 100 ribu botol sabun cuci piring. Bawaslu ingin menelusuri sumber uang yang dikeluarkan Jokowi sampai Rp 2 miliar.

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin menyebutkan pihaknya semakin lebih dahulu menelisik kemampuan Jokowi waktu beli sabun bersihkan, menjadi presiden atau calon presiden.

Jokowi memborong sabun cuci piring waktu mengevaluasi pameran giat kewirausahaan Program Keluarga Keinginan (PKH) di gedung Serbaguna Mandala, Garut, Jawa Barat, Sabtu (19/1).

“Apa ini kegiatan menjadi presiden, tetapi ada lalu info ini dari team kampanye,” tutur Afif pada wartawan di kantor Bawaslu, Rabu (23/1/2019).

Diborongnya sabun memiliki loabel ‘Sabun cuci Padawangi’ jualan Eli Liawati jadi sorotan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

BPN memandang info pihak Istana serta Team Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin tidak searah. Jubir BPN Andre Rosiade minta Bawaslu menelusuri asal muasal uang yang dipakai Jokowi.

“Dari pertama simpang siur, orang TKN seperti Arsul Sani serta Karding saja tidak paham uangnya dari tempat mana. Lantas pihak KSP katakan uang pribadi, baru sesudah makin simpang siur, kami menanyakan, baru dijawab oleh Seskab (Pramono Anung) gunakan dana team kampanye. Tetapi menariknya, dua Wakil TKN tidak paham uangnya dari tempat mana,” tutur Andre, Selasa (22/1).

Keinginan BPN supaya sumber uang pembelian sabun cuci piring dijelajahi, disikapi Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurut dia sumber dana pembelian tidak butuh dipersoalkan.

“Sebetulnya tak perlu jadi permasalahan. Bila itu acara sah negara serta beliau membelinya untuk rakyat menjadi presiden, selama nomenklaturnya ada, pasti legal serta bisa dipertanggungjawabkan oleh pemerintah lewat Mensos (Menteri Sosial). Tapi bila itu dibeli gunakan dana pribadi pun boleh-boleh saja kan,” kata juru bicara TKN, Irma Suryani Chaniago.

Selain itu, Seskab Pramono Anung menjelaskan pembelian sabun cuci piring memakai dana TKN. TKN akan bagikan sabun cuci yang dibeli.

“Pertanyaannya ialah, mengapa Pak Jokowi menjadi presiden lalu beli itu? Sebab beliau memang berkemauan mengusung UMKM. Nah, sabun barusan tentu saja sesudah dibeli jadi otoritas dari TKN. Itu akan TKN yang mengurus untuk diberikan,” tutur Pramono.

piring ditelusuri, ditanggapi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Menurutnya sumber dana pembelian tak perlu dipersoalkan.

“Sebenarnya tidak perlu jadi masalah. Jika itu acara resmi negara dan beliau membelinya untuk rakyat sebagai presiden, sepanjang nomenklaturnya ada, tentu legal dan dapat dipertanggungjawabkan oleh pemerintah melalui Mensos (Menteri Sosial). Tetapi jika itu dibeli pakai dana pribadi juga sah-sah saja kan,” kata jubir TKN, Irma Suryani Chaniago.

Sementara itu, Seskab Pramono Anung mengatakan pembelian sabun cuci piring menggunakan dana TKN. TKN akan membagikan sabun cuci yang dibeli.

“Pertanyaannya adalah, kenapa Pak Jokowi sebagai presiden kemudian membeli itu? Karena beliau memang berkeinginan mengangkat UMKM. Nah, sabun tadi tentunya setelah dibeli menjadi otoritas dari TKN. Itu akan TKN yang mengelola untuk dibagikan,” ujar Pramono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *