BPN Prabowo-Sandiaga Minta KPU Waspada Memilih Moderator Debat Capres

BPN Prabowo-Sandiaga Minta KPU Waspada Memilih Moderator Debat Capres

BPN Prabowo-Sandiaga Minta KPU Waspada Memilih Moderator Debat Capres

KABARBERITAONLINE – Debat capres-cawapres yang pertama selekasnya diselenggarakan pada pertengahan Januari 2019. Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno minta KPU waspada dalam pilih moderator.

“Kami BPN Pak Prabowo-Sandi minta KPU supaya waspada pilih moderator debat. Beberapa pihak yang diindikasikan sempat memihak pada 2014 lebih baik di-skip menjadi moderator,” kata jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, dalam keterangannya pada wartawan, Jumat (28/12/2018).

Ada fakta kenapa team Prabowo minta KPU waspada pilih moderator. Andre menuturkan, team Prabowo tidak ingin debat calon presiden yang disebutnya jadi patokan penduduk dalam pilih pemimpin itu berjalan tidak imbang alias berat samping ke salah satunya paslon.

“Sebab jangan pernah debat calon yang kita harap jadi patokan penduduk dalam pilih tidak berjalan netral sebab ada tanda-tanda keterpihakan moderator. Buat kami, netralitas moderator terpenting supaya, pascadebat, penduduk tidak didatangkan perbincangan baru sebab ketidaknetralan moderator. Buat BPN Prabowo-Sandi, debat calon ini sangat terpenting untuk penyampaian program-program favorit Prabowo-Sandi,” tuturnya.

Ada enam figur yang diusulkan KPU menjadi moderator debat capres-cawapres pemilu. Mereka ialah Najwa Shihab, Ira Koesno, Bayu Sutiyono, Tomi Cokro, Alfito Deannova, serta Prabu Revolusi. Akan tetapi beberapa nama itu belumlah disetujui.

Lantas, siapa calon moderator yang disoroti tim Prabowo-Sandiaga? Andre tidak menyebutkan nama. Ia cuma bicara masalah latar belakang calon moderator itu, entahlah siapa namanya sebab Andre tidak mengatakan nama.

“Ada banyak nama yang pada 2014 sempat kerja di salah satunya TV swasta dimana TV swasta itu begitu jelas memihak pada Pak Jokowi,” kata orang politik Partai Gerindra itu.

PPP Heran Tim Prabowo Minta KPU Hati-hati Pilih Moderator Debat

BPN Prabowo-Sandiaga Minta KPU Waspada Memilih Moderator Debat Capres
BPN Prabowo-Sandiaga Minta KPU Waspada Memilih Moderator Debat Capres

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno minta KPU waspada dalam pilih moderator debat calon presiden. PPP mengakui bingung atas langkah pandang BPN yang tetap negatif.

“Kami ini bingung lewat cara pandang BPN Prabowo-Sandiaga. Beberapa hal, beberapa orang diprasangkai dengan negatif (suuzan). Seakan-akan semua grup profesi atau ketrampilan yang mereka ingatkan itu tentu simpatisan paslon 01,” kata Sekjen PPP Arsul Sani waktu dihubungi, Jumat (28/12/2018).

Wakil Ketua Team Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin ini bertanya-tanya apa hal itu menjadi manifestasi perasaan pesimisme tim Prabowo dalam melawan pemilihan presiden.

“Alat mereka tuduh tidak netral, penyelenggara pemilu yang ngatur debat belumlah apa-apa telah diprasangkai. Kami tidak paham persis apakah ini sebetulnya manifestasi dari perasaan pesimisme melawan pemilihan presiden kelak,” katanya.

Ialah jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, yang minta KPU waspada dalam pilih moderator debat capres-cawapres. “Kami, BPN Pak Prabowo-Sandi, minta KPU supaya waspada pilih moderator debat. Beberapa pihak yang diindikasikan sempat memihak pada 2014 lebih baik di-skip menjadi moderator,” kata jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, dalam info pada wartawan.

Ini hari KPU sudah mengambil keputusan dua moderator pada debat calon presiden pertama Pemilihan presiden 2019. Kedua-duanya, yaitu Ira Koesno serta Imam Priyono, diambil berdasar pada persetujuan tim sukses Jokowi-Ma’ruf Amin serta Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Kedua-duanya telah di setujui menjadi moderator debat (pertama). Dua team kampanye dari ke-2 pasangan calon telah sepakat,” kata Ketua KPU Arief Budiman di KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (28/12). Andre Rosiade memandang dua figur yang ditunjuk KPU jadi moderator, yaitu Ira Koesno serta Imam Priyono, menjadi figur yang netral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *