Deretan Fenomena Antariksa yang Layak Dinanti di Tahun 2019

Deretan Fenomena Antariksa yang Layak Dinanti di Tahun 2019

Deretan Fenomena Antariksa yang Layak Dinanti di Tahun 2019

KABARBERITAONLINE – Fenomena antariksa akan banyak berlangsung di tahun ini. Beberapa kejadian alam seperti gerhana matahari serta bulan, akan banyak jadi sorotan di tahun ini.

Belum juga jejeran lompatan tehnologi seperti pendaratan roket atau pesawat lagi alik di planet atau bulan tetangga Bumi, serta hal itu akan jadi tonggak sejaran astrofisika di tahun ini.

Berikut deretan fenomena antariksa yang layak dinanti di tahun 2019.

1. Ramai Terbang ke Bulan

Sesudah kesuksesan modul pendarat Chang’e-4 punya Tiongkok, beberapa negara kirim misi menyambangi Bulan pada tahun 2019. Satu perusahaan Israel, SpaceIL, sudah menjadwalkan pendaratan Bulan pada Februari yang akan datang.

Sesaat pada 30 Januari, Tubuh Antariksa India direncanakan meluncurkan Chandrayaan-2 dalam misi luar angkasa sama sesudah sudah sempat terlambat saat hampir setahun.

2. Gerhana Matahari

Masyarakat Bumi akan selekasnya menjumpai gerhana matahari parsial di pertengahan tahun. Kejadian ini ialah yang ke-2 dari serangkaian delapan gerhana Matahari yang berlangsung pada 13 Juli 2018 sampai 4 Desember 2021. Sayangnya gerhana Matahari kesempatan ini cuma dapat di nikmati oleh masyarakat di lokasi utara Tiongkok, Jepang, Mongolia serta sejumlah kecil lokasi Rusia.

Tidak hanya gerhana matahari parsial, Indonesia pada akhirnya dapat nikmati momen langit langka berbentuk gerhana Matahari cincin di akhir tahun. Pada 26 Desember, gerhana Matahari berupa cincin api ini akan melewati beberapa lokasi Sumatera, persisnya dari mulai pulau Simeulue, Sibolga, Padang Sidempuan, Dumai, Duri serta Kepulauan Riau.

3. Gerhana Bulan Keseluruhan

Tidak butuh menanti lama, akhir bulan Januari ini akan ada kejadian gerhana bulan. Kejadian langka yang akan menyambangi Bumi pada 21 Januari 2019 ialah yang pertama dari dua gerhana Bulan tahun ini. Akan tetapi sayangnya, gerhana Bulan keseluruhan ini tidak dapat di nikmati masyarakat Indonesia karena cuma dapat disaksikan di benua Amerika serta langit barat Eropa serta Afrika.

Tidak hanya gerhana bulan keseluruhan, gerhana bulan beberapa pun berlangsung di pertengahan tahu. Akan tetapi, kejadian kosmik yang akan datang pada 16 Juli 2019 ini cuma akan tampak jelas di Afrika, Asia Tengah serta Selatan, Eropa Tenggara, tapi dapat juga dibaca mendekati matahari keluar di barat Indonesia. Teleskop atau binokular dapat juga dipakai buat melihat kejadian langit ini

4. Observasi Antariksa

Pada 2018 lantas, NASA serta ESA mengirim empat misi riset ke luar angkasa. Tahun ini, pekerjaan dari empat misi itu akan jadi konsentrasi agensi antariksa itu.

Nanti, beberapa ilmuwan siap memanen data dari ke-empat wahana itu, yaitu Parker Solar Probe yang pelajari matahari, InSight untuk menyadap kegiatan tektonik di planet Mars, TESS yang bekerja lakukan sensus bintang di Galaksi Bima Sakti, dan BepiColombo yang mengawali perjalanan panjang ke planet Merkuri.

5. Transit Merkurius

Pada 11 November yang akan datang planet Merkurius akan melewati Matahari. Kejadian ini dapat dilihat dengan memakai teleskop yang diperlengkapi filter surya di benua Amerika, Eropa, Timur Tengah serta Afrika. Setelah itu, kejadian ini akan berlangsung kembali di 2039.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *