Fakta di Balik Mitos Paling Buruk Tentang Perjalanan Udara

Fakta di Balik Mitos Paling Buruk Tentang Perjalanan Udara

5 Fakta di Balik Mitos Paling Buruk Tentang Perjalanan Udara

KABARBERITAONLINE – Publik Tanah Air masih dirundung paling buruk berkaitan jatuhnya pesawat Lion Air dengan nomer penerbangan JT 610 di Teluk Karawang, Senin 29 Oktober.

Akan tetapi, seperti tragedi yang mengambil alih perhatian luas, jatuhnya Lion Air JT. 610 ikut menyebabkan kekhwatiran pada khalayak mengenai keamanan pergi lewat hawa.

Ketakutan akan terbang –biasa dissebut aerofobia– bisa menghambat kemauan seorang untuk pergi tempat lainnya di luar tempat tinggalnya.

Walau perjalanan hawa tambah lebih aman dibanding type kendaraan yang lain, berdasar pada penilaian beberapa pakar transportasi, ada banyak orang sering terasa cemas mengenai peluang pesawat yang mereka naiki terjatuh.

Menurut Christopher Paul Jones, seseorang terapis psikologi kenamaan asal Inggris, ada banyak ketakutan publik mengenai penerbangan, faktanya tidak lebih dari sebatas mitos.

Ia mendebat beberapa mitos penerbangan umum dalam usaha untuk menurunkan pikiran jelek, dengan mengatakan: “Sesudah Anda lihat fobia terbang lewat cara yang logis, serta mengerti jika sebetulnya sejumlah besar dari apakah yang kami yakini bisa dikaitkandengan mitos, mungkin ini saatnya untuk berfikir menantang perasaan takut itu. ”

Lepas dari belum juga selesainya penelusuran penuh berkaitan tragedi jatuhnya Lion Air JT 610, Jones ajak kita untuk menelisik kembali beberapa ketakutan yang menggerakkan kita malas untuk pergi melalui hawa.

Berikut lima bukti dibalik mitos sangat jelek mengenai perjalanan hawa.

Mitos 1: Terbang Itu Tidak Aman

Jones menuturkan jika “peluang alami kecelakaan saat terbang mempunyai perbandingan satu dari sebelas juta peristiwa. Saat hal itu dibanding dengan satu dari. 200 kecelakaan mobil, yang disebut taraf vs Instansi Kesehatan Dunia (WHO), kemungkinan membuat seorang merubah perspektif mengenai perjalanan hawa.

Mitos 2: Kecelakaan Pesawat Seringkali Berlangsung

Fakta kecelakaan pesawat dapat jadi kepala berita ialah sebab hal tersebut begitu jarang berlangsung. Jatuhnya Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang jadi kabar berita di sana-sini, tidak lainnya sebab inisden itu hampir mustahil berlangsung.

“Ada 100.000 penerbangan /hari, pikirkan itu bila dibanding dengan berapakah banyak kecelakaan Anda dengar di jalanan,” kata Jones.

Mitos 3: Perusahaan Penerbangan Tidak Dipengaruhi oleh Kecelakaan Pesawat

Beberapa penumpang mungkin berfikir jika perusahaan penerbangan tidak demikian perduli mengenai keamanan dibanding keuntungan.

Jones menyanggah teori ini, sebab ada jumlahnya cost besar sekali yang dijamin maskapai bila berlangsung kecelakaan: “Pesawat yang Anda naiki berharga seputar Rp 1,9 triliun, serta kompensasi yang perlu dibayarkan perusahaan penerbangan akan tinggi, seperti yang ditata oleh instansi aviasi dunia (IATA) serta peraturan di semasing negara.”

Kecelakaan terburuk dalam riwayat penerbangan, yang berlangsung pada. 27 Maret 1977 di Bandara Tenerife, Spanyol, menelan cost kerugian sampai US$ 110 juta, atau sama dengan Rp 1,6 triliun.

Mitos 4: Petir Dapat Menjatuhkan Pesawat

Banyak yang yakini jika pesawat akan jatuh bila tersambar petir. Sebenarnya, hal tersebut ialah isapan jempol.

Semenjak masa pesawat Douglas pada dekade. 1960-an, pesawat telah dibuat demikian rupa untuk menyerap saluran listrik dari petir, atau kira-kira bertindak seperti penghantar listrik.

Jones menjelaskan: “Tidak ada catatan pesawat moderen jatuh sebab sambaran petir, sebab sudah dibuat untuk menghantarkan listrik jadi seperti dorongan keluar, hingga tidak memikirkan jalannya penerbangan pada ketinggian langit.”

Mitos 5: Mesin Mati Tanda-tanda Pesawat Akan Jatuh

Kegagalan mesin dapat jadi kecemasan besar buat penumpang pemula, yang menyebabkan ketakutan jika pesawat akan jatuh. Faktanya, pesawat masih tetap dapat datang bahkan juga saat dua mesin pentingnya mati.

“Pesawat hanya kendaraan yang memakai mesin untuk terbang mengangkasa, serta masih tetap mempunyai peluang selamat dengan skema pendaratan darurat, di tempat aman paling dekat. Tiap-tiap pilot sudah melakukan dengan ketat latihan untuk peristiwa darurat semacam ini, datang tiada mesin. Serta pilotmu akan melakukan latihan yang ketat untuk mendaratkan pesawat besar ini,” jelas Jones panjang lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *