Habib Bahar bin Smith yang Ceramahnya Sarat Provokasi

Habib Bahar bin Smith yang Ceramahnya Sarat Provokasi

Habib Bahar bin Smith yang Ceramahnya Sarat Provokasi

KABARBERITAONLINE – Beberapa puluh orang ikhlas berkerumun dibawah rintik hujan untuk dengar ceramah Habib Bahar bin Smith yang menggebu. Walau mereka cuma melihat ceramah dari video yang disetel di monitor seadanya.

Malam itu ialah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di pelataran ruko lokasi Radio Dalam, Jakarta Selatan. Banyak diantara mereka yang hadir kenakan atribut Front Pembela Islam (FPI) serta Laskar Pembela Islam.

Ceramah Bahar mengganggu perhatian beberapa orang yang melintas. Isi ceramahnya sarat hasutan dibarengi teriakan amarah. Bahkan juga ia ikut mengatakan 2019 ubah presiden sampai menyentuh Islam Nusantara.

Dua hari lalu, Bahar dilaporkan oleh beberapa orang yang mengatasnamakan Jokowi Mania berkaitan pendapat penghinaan pada lambang negara. Pihak pelapor membawa beberapa tanda bukti berbentuk video bersama info berkaitan account YouTube pengunggah.

Video itu berdurasi 60 detik. Di dalamnya, Bahar menyebutkan Jokowi menjadi pengkhianat negara serta rakyat. Ia ikut menyebutkan Jokowi menjadi banci serta mengatakan beberapa orang untuk buka celananya.

“Kamu jika bertemu Jokowi, jika bertemu Jokowi, kamu membuka celananya jangan-jangan haid Jokowi itu, sepertinya banci itu,” kata Bahar dalam video yang diupload ke YouTube pada Selasa (27/11).

Bahar diketahui menjadi pendakwah polemis di tiap-tiap acara keagamaan. Ceramahnya beredar banyak di sosial media, termasuk juga YouTube.

Salah satunya video ceramah Bahar diupload oleh account “Ya Habibana” pada 7 Mei 2017. Dalam dakwahnya, Bahar mengkritik Presiden Jokowi yang dipandang tidak perduli dengan keadaan kesejahteraan penduduk.

Dalam video itu, ia menyebutkan Jokowi adalah sisi PKI sebab memberi kelonggaran pada penyebaran atribut PKI yang akan di-sweeping anggota TNI serta Polri. Ia ikut menyentuh fisik Jokowi.

“Jokowi kerempeng satu ini, PKI, PKI yang bunuh tentara, ulama ingin diberi kelonggaran hidup di sini saudara sauadara,” kata Bahar.

Sesaat dalam video yang diupload oleh account “Pembela Habaib” pada 25 November 2017 dengan judul “GEMP4R..! J0K0W! GEMET4R CERAMAH P4LING TEG4S HABIB BAHAR KEN4P4 P0L!S! KET4KUT4N”, Bahar mengatakan dianya tidak terasa takut dengan polisi ataupun presiden dalam mengemukakan kebenaran.

“Muka-muka seperti Tito kita ketawain, saudara-saudara. Ditambah lagi saya, muka saya seperti Helo Kitty, muka bisa imut-imut berikut, nyali ingin diadu, mari. Setan saja saya makan, ditambah lagi Jokowi sama Luhut,” kata Bahar.

Pengakuan Bahar diterima riuh tepok tangan dan gelak tawa oleh beberapa jamaah yang ada.

Video yang lain diupload oleh account “Sekitar Dunia serta Hiburan” pada 20 Oktober 2018 dengan judul “Ceramah Habib Bahar Sangat Kontroversi-Habib Bahar Paling baru Oktober 2018”. Bahar mengatakan 2019 ubah presiden.

Ia memandang Jokowi ialah presiden pendusta, presiden pembohong, presiden kacung partai.

“Presiden yang hidup suka, hidup kenyang, pada saat rakyat sulit, pada saat rakyat kelaparan, pada saat rakyat kelaparan,” kata Bahar.

Sampai kini Bahar dekat dengan FPI serta kelompoknya. Ia adalah pendiri Majelis Pembela Rasulullah yang berkantor pusat di Pondok Aren, Tangerang Selatan.

Pria 33 tahun kelahiran Manado, Sulawesi Utara, ini menyandang titel habib kelompok Alawiyyin bermarga Aal bin Sumaith. Akan tetapi, ia sempat juga tidak diterima oleh penduduk kebiasaan waktu akan hadir ke Manado untuk hadir Haul Besar ke-7 ayahnya, Al Habib Ali bin Abdurrahman bin Smith.

Bahar termasuk juga tokoh penggerak rangkaian Tindakan Bela Islam yang diperuntukkan menyeret Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke penjara.

Saat Ramadan, Bahar sering lakukan sweeping di beberapa tempat hiburan malam di Jakarta. Diantaranya ialah tindakan pengerusakan Kafe De Most yang terdapat di Jalan Veteran Raya Bintaro, Jakarta Selatan, pada 2012.

Diluar itu, Bahar ikut ikut serta tindakan peneyerangan pada jemaah Ahmadiyah di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, serta kerusuhan Koja berkaitan sengketa makam Mbah Priok di Jakarta Utara pada 2010.

Rekam jejak Bahar saat berdakwah banyak meniti jalan pedang. Begitu juga dengan isi ceramahnya yang diliputi beberapa kata kasar bernada hasutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *