Jelang Imlek Menag Lukman Hakim Saifuddin Meminta Untuk Saling Menghargai

Jelang Imlek Menag Lukman Hakim Saifuddin Meminta Untuk Saling Menghargai

Jelang Imlek Menag Lukman Hakim Saifuddin Meminta Untuk Saling Menghargai

KABARBERITAONLINE – Seruan supaya pemerintah tidak memfasilitasi perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Bogor tersebar. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin minta semua pihak untuk sama-sama menghormati antar umat beragama.

“Saya ajak semua kita untuk sama-sama menghormati, menghargai kebiasaan yang telah lumayan lama ada dan hidup di tengahnya kita,” tutur Lukman, di Perpusnas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019).

Lukman menjelaskan perayaan Imlek dan Cap Gomeh sampai kini dipercaya dengan bermacam oleh umat beragama di Indonesia. Ada yang yakini itu sisi dari kebiasaan perayaan yang sifatnya budaya, ada juga yang yakini itu sisi dari keyakinan atau agama.

Karena itu, Lukman mengharap umat beragama bisa menghargai dan menghormati hal tersebut. Toleransi harus juga diprioritaskan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jadi bentuk penghormatan dan penghargaan yang berlainan dengan kita itu benar-benar tidak mereduksi kurangi keimanan kita, malah demikian sebaliknya. Sebab kita mengimani ajaran agama kita, agama kita mengajari supaya menghormati dan menghargai kepercayaan yang berlainan dengan kita,” katanya.

“Jadi sebetulnya bentuk penghargaan dan penghormatan semacam itu bukan pembenaran tetapi malah pengamalam ajaran-ajaran agama kita, sebab kita dituntut untuk menghargai dan menghormati keyakinan orang yang lain yang berlainan dengan kita,” sambung Lukman.

Awal mulanya, surat seruan masalah perayaan Imlek dan Cap Go Meh tersebar lewat WhatsApp. Surat seruan bertanggal 23 Januari 2019 itu diperuntukkan pada pemerintah, pemuka dan tokoh muslim, dan pada umat Islam.

Dalam seruannya minta pemerintah tidak memfasilitasi perayaan Imlek dan Cap Go Meh di lokasi Bogor, terpenting yang menyertakan umat beragama yang lain. Mereka pun minta pemerintah Bogor tidak mengarahkan aparat sipil negara (ASN) yang beragama Islam dan penduduk muslim yang lain untuk turut hadir atau memberi dukungan perayaan itu.

Diluar itu, pada pemuka dan tokoh muslim, mereka minta supaya diterangkan aqidah dan keharaman umat Islam untuk hadir ataupun memberi dukungan acara itu lewat khotbah atau ceramah. Sesaat pada umat Islam, menyarankan supaya tidak ikut serta dan hadir, dan mengatakan selamat Imlek dan Cap Go Meh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *