Kisah Panjang Pencipta Hoax Terbaik Ratna Sarumpaet

Kisah Panjang Pencipta Hoax Terbaik Ratna Sarumpaet

Cerita Panjang Pencipta Hoax Terbaik Ratna Sarumpaet

Untuk menutupi prosedur sedot lemak di ke-2 pipinya yang dijalaninya, Ratna Sarumpaet mengarang satu narasi masalah pengeroyokan. Narasi itu keluar dari mulutnya waktu di tanya oleh anaknya.

Hari bertukar, dia selalu meningkatkan inspirasi mengenai pemukulan itu. Tiap-tiap orang yang menanyakan mengenai lebam-lebam di mukanya, dia tetap mengakui dianiaya saat tengah ada di Bandung, Jawa Barat.

Beberapa orang, bahkan juga orang politik, yakin atas ceritanya. Perasaan empati membuat beberapa tokoh itu mencela aktor yang sebetulnya tidak ada.

Baru pada Rabu 3 Oktober 2018 sore, diakuinya sudah berbohong dalam pertemuan wartawan yang digelarnya di kediamannya.

Dia juga menangis, menyesali tindakannya. Dia lantas mohon maaf pada anak-anak, beberapa tokoh politik, penduduk, serta orang yang sempat disebutnya menebar hoax.

Akan tetapi, pengakuannya tidak hentikan bahasan masalah rumor yang disebutnya sendiri menjadi “hoax terunggul”.

Sekarang, kebohongan Ratna Sarumpaet masalah penganiayaan pada dianya merembet ke masalah lainnya. Publik menyoroti rekening yang dipakai Ratna untuk membayar prosedur sedot lemak. Rekening itu sama dengan rekening yang dipakai untuk menggalang dana buat korban kapal terbenam di Danau Toba waktu lalu.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto membetulkan terdapatnya persamaan rekening itu. Berdasar pada pencarian penyidik, Ratna membayar cost perawatannya di Rumah Sakit Bina Estetika memakai rekening yang sama.

“Itu, kan, dalam proses penyidikan. Penyidik temukan Beliau lakukan pembayaran didalam rumah sakit dengan memakai rekening itu. Nah, jika rekan-rekan buka di internet, Beliau memakai rekening itu untuk menghimpun dana, jika tidak salah di Danau Toba,” tutur Setyo di Jakarta Selatan, Kamis (4/10/2018).

Akan tetapi, Setyo belumlah dapat pastikan apa pembayaran sedot lemak di RS Bina Estetika itu ada uang dari donatur yang disalahgunakan. Ditambah lagi itu adalah rekening atas nama Ratna Sarumpaet sendiri.

“Itu kelak rekan-rekan dapat lihat sendiri. Dengan kebetulan saja penyidik mendapatkan info itu, serta saat kita ekspose sama juga dengan yang dipakai Beliau, di internet muncul,” kata Setyo

Hasil penyidikan berkaitan masalah hoax Ratna Sarumpaet bocor ke publik serta viral di sosial media. Dalam dokumen kepolisian itu, tertera realitas perbankan yang dikerjakan Ratna dalam rentang waktu 20-24 September 2018.

Dari sana tampak ada beberapa transaksi ke RS Bina Estetika memakai nomer rekening BCA 2721360727 atas nama Ratna Sarumpaet dan dari rekening BCA 2725xxx atas nama anaknya.

Pencarian itu untuk membuka realitas jika pada rentang waktu 20-24 September Ratna tidak ada di Bandung, seperti sudah sempat disadari dia dianiaya oleh orang tidak diketahui di seputar Bandara Husein Sastranegara.

Bersamaan dengan bocornya data hasil penyelidikan kepolisian, netizen juga memviralkan posting-an aktris Atiqah Hasiholan, yang disebut anak Ratna Sarumpaet.

Dia mempromokan tindakan amal yang digalang Ratna Sarumpaet Crisis Center untuk menolong korban kapal terbenam di Danau Toba, Sumatera Utara. Dalam posting-an yang diupload di Instagram pada 29 Juni itu, Atiqah mencantumkan nomer rekening BCA 2721360727 untuk donasi amal. Akan tetapi tidak dijelaskan atas nama siapa rekening itu.

Tidak cuma itu, dia dilaporkan oleh beberapa pihak ke kepolisian. Paling akhir, grup yang mengakui menjadi simpatisan Ratna Sarumpaet yang melaporkannya ke Sentral Service Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

Ketua Komite Solidaritas untuk Ratna Sarumpaet serta Demokrasi, Kisman Latumakulita menyampaikan, pihaknya terasa dibohongi Ratna.

“Kami terasa dirugikan dengan keyakinan yang alami penurunan serta sebabkan banyak pihak tidak yakin pada saya,” tutur Kisman di tempat, Kamis (4/10/2018).

Kisman mengatakan sempat memperjuangkan masalah ini waktu lakukan pertemuan dengan beberapa ratus orang untuk membela Ratna, pada Selasa 2 Oktober 2018 kemarin.

Laporan Komite teregister dengan nomer LP/5339/X/2018/PMJ/Dit. Reskrimum. Ratna terancam pendapat tindak pidana fitnah serta pencemaran nama baik, seperti Masalah 310 KUHP serta Masalah 311 KUHP.

“Dalam laporan ini kita membawa bukti video, photo, baik pertemuan di Menteng ataupun photo Ratna, serta penyataan Ratna di media nasional serta internasional,” pungkas Kisman.

Tidak cuma Ratna yang terkena getah. Rabu tempo hari, beberapa kuasa hukum juga bergantian memberikan laporan calon Presiden Prabowo Subianto serta Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon atas pernyataan mereka yang dipandang mensupport kebohongan ibu dari aktris Atiqah Hasiloan itu.

Anggota Advokat Pengawal Konstitusi, Saor Siagian mengemukakan, walau Ratna Sarumpaet sudah mohon maaf atas kebohongannya, masalah itu tidak demikian saja berhenti.

“Kami tangkap, jika sekarang ini saudara Ratna Sarumpaet mengakui berbohong pada saudara Prabowo, kita mesti ingat pengakuan saudara Prabowo itu tidak cuma hitungan satu menit dua menit, tetapi sehari saudara Ratna Sarumpaet tidak memberi komentar,” papar Saor di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (3/10/2018).

Saor menyayangkan sikap dari seseorang calon kepala negara serta wakil ketua DPR yang justru termasuk sebarkan fitnah. Dia juga menggerakkan kepolisiam menggerakkan selesai penyelesaian masalah kebohongan Ratna Sarumpaet itu sampai ke akarnya.

Laporan itu tertuang dalam surat aduan LP/B/1239/X/2018/BARESKRIM tanggal 3 Oktober 2018. Di dalamnya berisi laporan berkaitan ajaran kedengkian serta penyebaran berita bohong.

Direktorat Hukum serta Advokasi Team Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin juga memberikan laporan beredarnya kebohongan berita penganiayaan Ratna Sarumpaet ke Tubuh Pengawas Pemilu (Bawaslu). Team Jokowi-Ma’ruf memandang terjadi pelanggaran persetujuan pemilu damai serta tiada hoax yang sudah ditandatangi bersama dengan pada deklarasi pemilu damai di Monas, 23 September kemarin.

“Ada ketidakseriusan pada pemilu damai yang sudah disetujui serta ditandangani bersama dengan di Monas,” kata Direktur Hukum serta Advokasi Konsolidasi Indonesia Kerja, Ade Irfan Pulungan, di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018).

Ade mengakui tidak memberikan laporan spesifik salah satunya pasangan calon atas pelanggaran pemilu termasuk juga Ratna Sarumpaet. Mereka cuma menyampaikan momen terjadinya hoax pada Bawaslu. Pihaknya menekan instansi pengawasan pemilu itu lebih jeli.

Dia berkelit permasalahan hoax masuk ranah pidana mengagumkan, bahkan juga melebihi korupsi juga terorisme.

“Kami memberi pengaduan tercatat atas momen itu ya yang kami laporkan momen itu kebohongan yang dikerjakan dengan riil oleh Ratna Sarumpaet menjadi kitabminta dia lebih jeli mengamatinya,” kata Ade.

Akan Menjadi Tersangka?

Aktivis sosial Ratna Sarumpaet pada akhirnya mengaku dianya berbohong berkaitan berita pengeroyokan serta penganiayaan oleh orang tidak diketahui. Polri sendiri selekasnya memanggilnya untuk dicheck menjadi saksi.

“Akan di panggil. Statusnya masih tetap saksi. Kelak masih akan disuruh info, tetapi hanya saksi,” tutur Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Kompleks PTIK, Jakarta Selatan, Rabu 3 Oktober 2018.

Akan tetapi, Setyo belumlah dapat menyampaikan lebih jauh masalah kekuatan ditingkatkannya status hukum Ratna Sarumpaet jadi terduga. Yang tentu, katanya, polisi akan menyelidik masalah itu dengan profesional.

“Kelak kita lihat lagi hubungannya dengan konstruksi hukumnya seperti apakah, siapa yang dirugikan, siapa yang langgar UU yang ditata. Kelak kita lihat fakta-faktanya seperti apakah,” tuturnya.

Bukan Ratna Sarumpaet saja, siapa saja yang terkait dengan hoax atau berita bohong masalah penganiayaan itu akan di panggil untuk dicheck. Polisi telah mempunyai data-datanya.

“Kelak penyidik minta info semua yang berkaitan baik langsung ataupun tidak langsung,” kata Setyo.

Menurutnya, Ratna Sarumpaet dapat diputuskan menjadi terduga sesudah dapat dibuktikan ada yang dirugikan karena ulahnya. Beberapa penebar informasi penganiayaan itu dapat juga memberikan laporan Ratna ke polisi bila terasa dirugikan.

“Kelak akan disaksikan, contohnya Fadli Zon. Dia memperoleh informasi dari Bu Ratna. Nah itu, (Ratna) dapat dinaikkan statusnya jadi terduga,” kata Setyo di Kompleks PTIK, Jakarta, Rabu (3/10/2018).

Akan tetapi Setyo menyebutkan, Ratna Sarumpaet susah dijaring dengan Undang-Undang Info serta Transaksi Elektronik (ITE). Karena, ibunda aktris Atiqah Hasiholan itu tidak turut sebarkan infonya lewat sosial media.

“Jika Bu Ratna kan tidak memakai UU ITE. Tetapi dapat dijaring dengan KUHP. Jika hoax (lewat sosial media atau elektronik) itu ITE. Dia kan tidak memakai ITE,” tutur Setyo.

Polisi akan menginvestigasi dokumen internal kepolisian masalah hasil penyelidikan berkaitan pendapat penganiayaan pada Ratna Sarumpaet yang bocor serta viral di sosial media. Ditambah lagi di dalamnya ada banyak info yang berbentuk pribadi, seperti nomer hp, nomer IMEI, nomer rekening, sampai kisah transaksi perbankan Ratna Sarumpaet.

“Itu kan datanya sebetulnya bukan untuk umum, tetapi kan ada yang mengungkapkan,” tutur Setyo di Kompleks PTIK, Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Dia menjelaskan, pihaknya akan mencari siapa yang mengungkapkan data internal kepolisian itu ke publik. Karena, data pribadi semestinya dilindungi.

“Siapa yang mengungkapkan ya kita mencari juga, siapa yang mengungkapkan itu. Itu yang lagi kita susuri,” kata Setyo.

Kata Prabowo

Kisah Panjang Pencipta Hoax Terbaik Ratna Sarumpaet

Prabowo Subianto sendiri minta polisi menginvestigasi masalah ini. Dia juga mempersilakan bila ada yang memperkarakan masalah ini ke jalan hukum. Menurut Prabowo, Ratna Sarumpaet siap bertanggungjawab.

“Kami persilakan jika ada proses hukum yang dikerjakan, beliau tanggung jawab. Kami tegas, team kami berbohong, kami meminta aparat bertindak sesuai dengan hukum,” kata Prabowo.

Calon presiden lawan Joko Widodo itupun memberi simpatinya pada Ratna Sarumpaet. Dia menuturkan, mertua aktor Rio Dewanto itu alami masalah pada kejiwaannya.

“Saya harus juga terangkan, beliau (Ratna Sarumpaet) usianya 70 tahun. Kata keluarganya, beliau sedang ada desakan dalam kejiwaan, depresi dalam beberapa waktu akhir-akhir ini ya,” kata Prabowo Subianto.

“Bahkan juga saya dengar ada tanda-tanda dia tengah dalam desakan jiwa yang begitu berat,” lanjut dia.

Tidak Semua Orang Teperdaya

Akan tetapi, tidak kebanyakan orang yakin dengan kebohongannya. Sebutlah saja Tompi, vokalis sekaligus juga dokter bedah kecantikan.

Dia menyampaikan, lebam yang dihadapi Ratna Sarumpaet bukan sebab penganiayaan, tetapi serupa sisa operasi plastik. Keraguan Tompi menguat sesudah dianya lihat dua photo Ratna. Photo pertama waktu Ratna tengah ada dalam suatu ruang dengan wallpaper di belakangnya. Photo ke-2 waktu ada seseorang dokter tengah mengecek pasien.

“Perasaan ada yang tidak bener, deh. Saat itu memang hanya perasaan saja. Ada yang tidak sinkron,” kata Tompi tempo hari.

“Itu memar, kok. Deskripsi photo yang tersebar ialah photo orang memar. Tiap-tiap operasi plastik itu dapat memar,” Tompi meneruskan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga mengakui telah berprasangka buruk dengan rumor penganiayaan Ratna Sarumpaet. Lebih, selesai dianiaya, aktivis sosial itu tidak melapor ke polisi.

“Semenjak awal saya telah sangka, sebab mustahil seseorang Sarumpaet dianiaya tiada berteriak. Kondisi aman saja berteriak, ditambah lagi jika kondisi sulit. Mustahil tidak didengar orang,” kata JK di Istana Wakil Presiden, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (4/10/2018).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *