Kubu Tim Jokowi Senang Gaya Prabowo Subianto Seperti Donald Trump

Kubu Tim Jokowi Senang Gaya Prabowo Subianto Seperti Donald Trump

Kubu Tim Jokowi Senang Gaya Prabowo Subianto yang Seperti Donald Trump

KABARBERITAONLINE – Calon Presiden Prabowo Subianto suarakan slogan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump waktu Pemilu AS 2016, Make America Great Again. Ia juga ganti dengan Make Indonesian Great Again.

Nyatanya style Prabowo bak Donald Trump itu, disukai oleh tim Team Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Saya sich suka ya menjadi juru kampanye Pak Jokowi bila Pak Prabowo lakukan sama juga dengan Trump. Mengulang kebohongan, menghasilkan hoax, fitnah sana sini, isunya bombastis, saya suka,” kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma’ruf, Abdul Kadir Karding di Posko Cemara, Jakarta, Kamis (11/10).

Ia menyatakan, bila Prabowo memakai cara itu, jadi begitu jauh berlainan dengan kultur di Indonesia. Yang, lanjutnya, memprioritaskan kejujuran.

“Mengapa? Indonesia ini masyarakatnya beda yang berada di Amerika, serta di Eropa. Kita masih tetap memprioritaskan kejujuran, kesopanan santunan, keadaban, itu masih tetap begitu kental di Indonesia,” jelas Karding.

Ketua DPP PKB ini melihat, penduduk Indonesia bila lihat ada yang berbohong juga bakal punya pengaruh. Ditambah lagi yang menyampaikannya seseorang pemimpin.

“Seseorang pemimpin, contohnya, menarasikan cerita-cerita bohong, tentu itu jadikan daya ingat seumur hidup. Jadi kami malah suka, jika rekan-rekan gunakan taktik itu,” papar Karding.

Ia menyatakan, pihaknya tidak akan menggoreng rumor itu. Tetapi cuma coba menuturkan sesuai dengan bukti.

“Sampai kini kita kerjakan ialah coba menuturkan. Sebab serangan terus-menerus masalah hoax, fitnah, Nyinyir, Kampanye hitam, ini mengagumkan pada pasangan Pak Jokowi-Ma’ruf terpenting. Tetapi tidak ada permasalahan buat kami. Tetapi pekerjaan kami menjawab itu dengan pas, menjawab dengan data, bukti, serta tunjukkan jika kita memiliki prinsip, membawa Indonesia semakin maju ke depan,” ujarnya.

Tidak kreatif

Karding ikut menyentuh keratifitas tim Prabowo. Menurutnya, harusnya, calon presiden lebih kreatif tidak mengikuti style kampanye orang yang lain.

“Ini benar-benar tidak kreatif, copy-paste serta pemimpin yang baik ialah pemimpin yang mempunyai ciri-ciri serta prinsip sendiri,” kata Karding.

Karding menyebutkan, bisa saja belajar dari bangsa lainnya, tapi tidak bisa latah serta ikutan. Karding menyebutkan takutnya Prabowo justru mencontoh kebijaksanaan Trump yang hoby membuat pro-kontra.

“Jika kita mencontoh style kampanye Trump, besok-besok tingkah laku kita contoh, banyak kebijakan akan dicontoh seperti yang polemis, kontraproduktif,” katanya.

Sesaat, program Nawacita calon presiden petahana Joko Widodo dibuat dengan prinsip berkedaulatan di bagian politik.

“Berarti kita akan tidak diintervensi oleh bangsa mana saja, tokoh mana saja, siapa saja di luar bangsa indonesia, miliki keunikan sendiri, politik serta demokrasi ialah pancasila, skema presidensial serta ini yang memperkuat bangsa sampai kini,” tuturnya.

Selanjutnya Jokowi ikut berprinsip ekonomi berdikari. Tidak tergantung pada bangsa lainnya, IMF, atau kebijaksanaan ekonomi bangsa luar. Dan di bagian kebudayaan mempunyai kepribadian gotong royong, solidaritas, serta sopan santun.

Karding menjelaskan Jokowi sudah melakukan beberapa hal serta tinggal meneruskannya. Seperti bangun infrastruktur, penambahan daya saing ekonomi, ikut penurunan tingkat kemiskinan. Bahkan juga dunia internasional juga memujinya.

“Jadi yang diperlukan ini hari tidak cuma slogan tetapi kerja riil, prinsip dahsyat, kuat bagaimana ini maju ke depan. Jika sebatas slogan semua dapat, jika rumor besar kita dapat juga, tetapi yang diperlukan ialah pemimpin yang miliki ciri-ciri serta mempunyai kerja riil serta prestasi di beberapa bagian,” ujarnya.

Make Indonesia great again

Awal mulanya, Calon presiden Prabowo Subianto mengikuti kalimat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat Pemilu AS 2016, ‘Make America Great Again’. Pengucapan Trump itu disampaikan dengan menukar kata America dengan Indonesia.

“Mengapa bangsa Indonesia tidak berani katakan Indonesia first, make Indonesia great again? Mengapa tidak ada pemimpin yang berani katakan begitu?,” lantang Prabowo waktu berpidato di Rapat kerja nasional LDII, Lubang Buaya, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Kalimat ‘Make America Great Again’ popular dalam Pemilihan presiden Amerika pada 2016 kemarin. Slogan itu dipopulerkan oleh Presiden AS Donald Trump. Pada 1980, Ronald Reagen bekas presiden Amerika ikut mengatakan hal yang sama dalam kampanyenya.

Pengucapan Prabowo itu terlontar selesai mengulas masalah Neoliberalisme, menjadi memahami ekonomi yang merujuk pada filosofi ekonomi-politik akhir-abad keduapuluhan.

“Sebab semua negara sukses ialah negara yang dapat menjaga ekonominya semasing. Dahulu di Orde Baru saya yakin Neolib, saya yakin yang orang kaya dikit dulu tetapi kelak nurun ke bawah. Tetapi nyatanya turunnya (saat ini) hanya setetes-setetes,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *