Partai Hanura Mengkritik Fadli Zon yang Tidak Mencerminkan Sikap Negarawan

Partai Hanura Mengkritik Fadli Zon yang Tidak Mencerminkan Sikap Negarawan

Partai Hanura Mengkritik Fadli Zon yang Tidak Mencerminkan Sikap Negarawan

KABARBERITAONLINE – Partai Hanura mengkritik keras Wakil Ketua DPR Fadli Zon masalah ‘Doa yang Ditukar’. Ketua DPP Partai Hanura Benny Rhamdani menyebutkan aksi Fadli tidak sepadan dengan upah di DPR.

“Orang yang sampai kini ditokohkan (Kiai Maimun Zubair), dihormati, dengan semua adab umat Islam, adab orang Timur, tetapi buat Fadli Zon itu tidak ada berarti apa-apa. Saya terpenting untuk menjelaskan jika uang rakyat yang kurang-lebih tiap-tiap tahun Rp 5 miliar yang di nikmati Fadli Zon, ini harus juga tahu, berapakah sich uang rakyat yang di nikmati oleh seseorang Wakil Ketua DPR, Rp 5 miliar per tahun,” kata Benny pada wartawan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

“Jadi uang Rp 5 miliar yang di nikmati oleh Fadli Zon, uang yang bersumber dari rakyat, tidak berbanding lurus dengan aksi, lalu pun kapasitas. Bahkan juga sikap-sikap Fadli Zon ini tidak menggambarkan menjadi negarawan dengan atribut kekuasaan Wakil Ketua DPR RI,” tambah Benny.

Benny mengakui tidak mengerti atas tiap-tiap pengakuan yang keluar dari Fadli Zon bila merujuk pada status Fadli menjadi salah satunya Wakil Ketua DPR RI. Menurut dia, Fadli sering menyerang Presiden Joko Widodo di luar batas kewajaran.

“Yang keluar dari mulutnya itu semakin dapat disebutkan kotoran sampah yang tidak wajar keluar dari seseorang politisi, ditambah dengan atribut kekuasaan menjadi Wakil Ketua DPR RI. Jika kita lihat ya ke belakang, bagaimana Fadli Zon lakukan serangan tiada adab ke presiden, bagaimana Fadli Zon mengata-ngatai siapa juga sebagai lawan politiknya, termasuk juga pemerintahan,” ucap Benny.

Benny lantas mengungkit apakah yang disebutnya sikap Fadli Zon pada KH Maimun Zubair. Ia menyesalkannya.

“Bagaimana sikap-sikap nyinyir serta sinisme Fadli Zon pada beberapa orang yang dipandang berseberangan dengan agenda-agenda politiknya serta paling akhir ialah ulama besar Kiai Haji Maimun Zubair. Ini pasti mesti disesali serta memang tidak dapat dilewatkan, mesti ada upaya-upaya untuk hentikan. Fadli Zon supaya ia dapat merubah sikap serta perilakunya supaya tidak jadi politisi yang barbar yang seakan di negara demokrasi inilah dapat menjelaskan apa pun dengan triknya sendiri,” ucap Benny.

Lantas, apa Benny akan ambil langkah hukum pada Fadli? Diakuinya akan memandangnya terlebih dulu.

“Kita akan lihat sejauh manakah yang disebutkan Fadli Zon ini dapat diseret dengan pidana. Saya bahkan juga akan ajak beberapa pihak spesifik yang terasa keberatan untuk memberikan laporan Fadli Zon. Tetapi menjadi masyarakat negara, menjadi pengurus DPP Hanura, satu kali lagi saya mengutuk keras serangan serta penistaan yang dikerjakan Fadli Zon pada seseorang ulama besar,” kata Benny.

Diminta konfirmasi lewat telephone, Benny menuturkan prediksi uang rakyat yang dimaksud kurang-lebih. Rp 5 miliar yang disebutnya di nikmati Fadli Zon menjadi Wakil Ketua DPR RI. Benny sekarang ini adalah anggota DPD RI.

“Anggota DPD saja kan 65 lebih 15 telah Rp 80 juta tuch, hampir 75 juta upahnya. Berapakah reses? Reses itu kalkulasi saja hampir. Rp 350 juta sekali reses dikali 4 sampai 5 kali dalam setahun. Belumlah kunker ke daerah penentuan, belum juga jika contohnya pekerjaan ke luar negeri, jelaskan 3-4 kali ia menjadi pimpinan. Belum juga kunjungan kerja ke propinsi. Belum juga sarana kendaraan dinas, berapakah harga kendaraan dinas, kita buat 5 tahun 60 bulan itu berapakah,” ucap Benny

“Jadi kurang-lebih uang rakyat yang di nikmati Fadli Zon itu Rp 5 miliar serta ini malah jadi rakyat yang pasti mesti dipersoalkan sejauh manakah. Rp 5 miliar uang rakyat itu yang datang dari petani miskin, nelayan, PKL, beberapa pemulung sampah, ini dari pajak rakyat. Sikap serta tingkah laku Fadli Zon itu seakan-akan lupa diri dengan atribusi menjadi Wakil Ketua DPR,” kata Benni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *