Pemeriksaan Amien Rais Sebagai Saksi untuk Tersangka Ratna

Pemeriksaan Amien Rais Sebagai Saksi untuk Tersangka Ratna

Pemeriksaan Amien Rais sebagai Saksi atas Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

KABARBERITAONLINE – Amien Rais sudah sempat mangkir dari panggilan penyidik Polda Metro Jaya terkait dengan masalah hoaks Ratna Sarumpaet. Ketua Dewan Kehormatan PAN itu selanjutnya hadir dalam panggilan ke-2.

Bersuara lantang sebelum masuk ruangan kontrol di Direktorat Kriminil Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya pada Rabu (10/10/2018), Amien lalu bicara lebih enjoy selesai kontrol. Antiklimaks.

Dalam masalah itu, Amien dicheck menjadi saksi untuk terduga Ratna, yang dijaring menjadi terduga penyebaran berita bohong alias hoaks untuk bikin keonaran. Ratna disangkakan dengan UU Ketentuan Hukum Pidana serta UU ITE.

Ratna jadi terduga sesudah polisi terima laporan masalah hoaks penganiayaan. Ratna memang mengaku kebohongannya sesudah polisi memaparkan fakta-fakta pencarian rumor penganiayaan.

Tersebut fakta-fakta pemeriksaan Amien:

1. Kehadiran Amien Dikawal Massa Tindakan

Sebelum Amien datang di Polda Metro, massa tindakan penuhi jalan depan Mapolda Metro. Massa hadir memakai mobil serta motor. Tampak satu mobil komando pimpin massa itu serta terlihat Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma’arif diatas mobil komando itu.

Barisan Polwan langsung membuat barikade di muka massa. Beberapa polisi mengenakan seragam komplet ikut juga lakukan pengamanan.

Selain itu, arus jalan raya Jalan Jenderal Sudirman arah Senayan terpantau begitu padat. Laju kendaraan juga jadi terganggu sebab massa mulai memadati ruas jalan.

2. Ditemani Putrinya, Amien Penuhi Panggilan

Tidak berlalu lama, Amien didampingi team pengacaranya hadir jam 10.16 WIB. Ia tampak kenakan jas abu-abu.

Amien terlihat kesusahan berjalan ke ruangan kontrol sebab telah dipenuhi orang. Ia lalu sudah sempat memberi beberapa pengakuan. Amien tampak ditemani beberapa elite PAN, putrinya Tasniem Fauzia Rais, serta menantunya Ridho Rahmadi.

3. Amien Bicara Keganjilan Pemanggilan Polisi

Amien mengawali pengakuannya dengan mencuplik pengakuan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto yang menyebutkan pemanggilan Amien berdasar pada info Ratna.

“Ini surat panggilan buat saya tanggal 2 Oktober yang tuturnya berdasar pada info Sarumpaet, walau sebenarnya Sarumpaet diamankan tanggal 4 Oktober. Ini begitu ganjil. Tanggal 2, Sarumpaet belumlah memberikan info apapun ke polisi,” tutur Amien.

Ratna ditahan polisi waktu akan pergi ke luar negeri pada 4 Oktober 2018. Amien menanyakan hal tersebut.

“Apa ini usaha kriminalisasi? Wallahualam,” papar Amien.

Amien ikut bicara mengenai keganjilan tulisan namanya pada pemanggilan dianya. Amien bicara masalah keanehan tulisan namanya.

“Nama yang tercatat pada surat panggilan saya tercatat ‘Amin Rais’. Walau sebenarnya nama saya jelas ‘Muhammad Amien Rais’,” kata Amien.

Amien Rais menyampaikan telah memperingatkan Polda Metro Jaya masalah nama selengkapnya. Akan tetapi pada pemanggilan dianya, nama selengkapnya masih tidak ditulis.

“Masalah nama ini, saya ingin bertanya ke Ajun Komisaris Besar Polisi Jerry Raymond Siagian serta AKP Nico Purba, mengapa nama Muhammad tidak ditulis. Apa alergi dengan nama Muhammad? Wallahualam,” tutur Amien.

4. Amien Akhiri Kontrol Sesudah Dicheck 6 Jam

Amien mengakhiri kontrol jam 16.05 WIB. Saat kurun waktu 6 jam itu, Amien mengakui bukan sekedar dicheck, tapi ikut diselingi makan, salat, sampai terlibat perbincangan enjoy dengan penyidik.

“Memang lamanya 6 jam, tetapi sebenarnya yang separuh itu untuk makan serta salat serta bercakap ke sana-kemari,” tutur Amien.

Amien menyebutkan pertanyaan dari penyidik begitu jelas serta tidak berbelit. Ia ikut menyebutkan tidak ada pertanyaan perangkap dari penyidik. Keseluruhan ada 30 pertanyaan yang diserahkan penyidik pada Amien.

“Jadi terima kasih sekali,” katanya.

5. Penyidik Kemukakan 30 Pertanyaan, termasuk juga Masalah Pertemuan Amien-Ratna

Amien menyampaikan ada 30 pertanyaan yang diserahkan penyidik padanya. Akan tetapi ia tidak mengatakan detil apa pertanyaannya.

“Jumlahnya pertanyaan 30 persis, (pertanyaannya) bertanya penyidik, ya,” tutur Amien.

Akan tetapi salah seseorang pengacara Amien, Ardy Mbalembout, menyampaikan salah satunya pertanyaan tentang komunikasi pada Amien serta Ratna. Diluar itu, ada masalah pertemuan Amien dengan Ratna.

“Ya materinya barusan sekitar pertemuan Pak Amien dengan Ratna. Lalu mengenai komunikasi tersebut,” tutur Ardy.

Pertemuan itu, menurut Ardy, berlangsung pada 2 Oktober. Waktu itu Ratna pada beberapa orang yang ikuti pertemuan menceritakan mengenai penganiayaan. Dalam pertemuan itu, Ardy menyatakan tidak ada kalimat dakwaan dari Amien atas narasi penganiayaan Ratna.

6. Amien Terasa Dimuliakan Penyidik

Amien terasa dihormati oleh polisi setelah kontrol. Ia memvisualisasikan situasi kontrol yang menyenangkan.

“Saudara-saudara, saya terasa dihormati, dimuliakan oleh beberapa penyidik. Jadi benar-benar suasananya akrab penuh tawa, penuh canda dan sebagainya,” kata Amien.

Amien menyampaikan memang ia berada di ruangan kontrol saat 6 jam. Akan tetapi sebenarnya kontrol cuma berjalan separuh dari waktu itu.

“Yang separuh itu untuk makan serta salat serta bercakap ke sana-kemari,” katanya.

“Demikian smooth, demikian bagus. Pertanyaannya tidak muter-muter ditambah lagi menjebak. Saya terima kasih sekali,” tambah bekas Ketua MPR ini.

7. Amien Sudah sempat Makan Gudeg di Sela Kontrol

Amien menyebutkan pemeriksaannya menjadi saksi berjalan enjoy. Bahkan juga ia sudah sempat mendapatkan makan enak di sela kontrol.

“Tadi siang makan gudeg ayam kampung, lalu dilawan jika (ingin) bawa serta nasi timbel ikut masih tetap ada, tetapi kebanyakan,” kata Amien.

Saat kontrol, Amien mengakui mendapatkan perlakuan baik dari polisi. Dia ikut mengatakan sudah sempat minta dokter polisi mengecek tekanannya.

“Ini hari sesudah makan ada dokter melalui, ‘Pak ukur tekanan saya, 120/80. Jadi sehat walafiat, bisa makan tongseng serta sate,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *