Penjelasan MC Pemberi Gelar Cak Jancuk untuk Jokowi

Penjelasan MC Pemberi Gelar Cak Jancuk untuk Jokowi

Penjelasan MC Pemberi Gelar Cak Jancuk untuk Jokowi

KABARBERITAONLINE – Djadi Galajapo, presenter Komunitas Alumni Jawa Timur di Tugu Pahlawan, Surabaya mulai bicara berkaitan pro-kontra penyematan gelar cak jancuk untuk Jokowi. Djadi menuturkan jika yang dia katakan telah lewat proses bahasan serta diskusi awal mulanya.

“Jadi, sebelum naik pentas seputar jam 09.30 oleh panitia itu kita disatukan semua di hotel. Nah, dalam meeting dengan panitia serta pengarah acara pada akhirnya mengulas rundown, di rundown itu saya baru mengetahui jika ada penyematan titel atau titel cak pada Pak Jokowi,” kata Djadi.

Nah, dari pertemuan itu, lanjut Djadi, dia memang mengaku menyarankan kata ‘jancuk’ sebab dia memandang penyematan cak kependekan dari Cakap, Agamis, serta Kreatif itu bukan sekedar acara resmi belaka, akan tetapi mesti ada spirit perjuangan ciri khas Suroboyo yaitu kata jancuk yang disebut kepanjangan Jantan, Cakap, Ulet, serta Prinsip. Dari saran itu, Djadi mengutarakan semua panitia mengatakan sepakat.

“Memang saya ingin membawa materi (kata jancuk) itu. Tetapi mesti lewat bahasan serta diskusi dahulu. Hingga mereka semua siap, oke, tidak ada permasalahan diizinkan. Jadi pada peristiwa yang cocok saya berikan,” jelasnya.

Selesai memberi titel cak serta jancuk, Djadi pun terasa tidak ada permasalahan. Sebagian besar panitia bahkan juga memujinya sebab sudah dapat membawa acara lebih hidup dengan kekhasan Surabayanya.

“Panitia dari timnya Pak Jokowi pun memuji acara itu. Sebab betul-betul terkena dengan taste (perasaan) Surabayanya,” paparnya.

Lantas bagaimana masalah panitia yang menyesalkan pemberian titel jancuk? Djadi satu kali lagi menyatakan jika apakah yang dikatakan telah lewat persetujuan sesudah bahasan serta diskusi dengan semua panitia sebelum naik panggung.

Jadi, dia menampik apakah yang dikatakan awal mulanya oleh sekretaris deklarasi alumni Teguh Prihandoko yang mengatakan panitia cuma memberi titel cak saja. Walau sebenarnya dalam acara itu Teguh ada dan ikut memberi animo pun pada dianya.

“Nah, ini yang saya sayangkan. Serta ini telah saya laporkan pada ketua panitia Cak Ermawan. ‘Cak, Cak Teguh kok semacam itu cak?’ Nah, kawan-kawan sudah tahu semua arahnya ke manakah ini. Saya pun tidak telephone beliau (Teguh). Tetapi beliau acungan dua jari (jempol) ke saya tempo hari itu,” papar Djadi.

“Jadi semua telah lewat bahasan serta diskusi persetujuan bersamanya. Ya ngapunten saya ini kan telah 35 tahun ngelawak serta nge-MC ini. Hingga saya ketahui apakah yang saya berikan tidak sekedar hanya ger tetapi ada juga muatan-muatan humanis, moralis serta religius,” tandas Djadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *