Perkasa di PSSI Johar Lin Eng Berakhir Diborgol Polisi

Perkasa di PSSI Johar Lin Eng Berakhir Diborgol Polisi

Perkasa di PSSI Johar Lin Eng Berakhir Diborgol Polisi

KABARBERITAONLNE – Johar Lin Eng diringkus Satgas Anti Mafia Bola. Johar disangka ikut serta dalam penyusunan score sepakbola Indonesia. Johar adalah satu dari sebelas anggota Executive Comite (Exco) PSSI periode 2017-2021. Tempat mereka pas berada di bawah deretan ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, Wakil Ketua Umum Joko Driyono, serta Kepala Staf Ketua Umum Iwan Budianto.

Di waktu pengurusan ini, bukan hanya jabatan Exco PSSI yang dipegang Johar. Didapati, Johar ikut menjabat Ketua Komite Futsal serta Ketua Komite Sepakbola.

Tidak cuma di pusat. Johar ikut menjabat menjadi Ketua Asosiasi Propinsi (Asprov) PSSI Jawa Tengah saat dua periode yaitu 2013-2017 serta 2017-2021.

Tidak cuma di Jateng. Pada tahun 2017 Johar ikut ditunjuk Ketum PSSI Edy Rahmayadi jadi Plt Ketua Asprov PSSI Kepulauan Riau serta Plt Ketua Asprov PSSI Aceh serta sudah sempat jadi pro-kontra.

Perkasa di PSSI, Johar diborgol polisi. Johar diamankan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada jam 10.12 WIB pagi barusan. Ia diamankan sesudah datang dari pesawat penerbangan Solo serta langsung dibawa ke Polda Metro Jaya.

“Berada di kehadiran Bandara Halim Perdanakusuma sudah dikerjakan monitoring giat penangkapan pada terduga mafia penyusunan score oleh Polda Metro Jaya yang di pimpin Ipda Elia Umboh,” kata Ketua Team Alat Satgas Anti Mafia Bola, Kombes Argo Yuwono, dalam keterangannya, Kamis (27/12/2018).

Polisi menjelaskan Johar menyamarkan namanya di boarding pass waktu terbang dari Solo ke arah Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Johar ganti namanya jadi ‘Jasmani’.

“Ia barusan pagi jam 09.55 WIB terbang dari Solo ke arah Jakarta. Tetapi sesudah kami cek boarding pass-nya, namanya beda. Namanya memakai nama ‘Jasmani’,” kata

Dalam masalah ini, Johar diputuskan menjadi terduga penyusunan score (match fixing). Polisi tengah memahami peranan Johar. Selesai diamankan, Johar dibawa ke Polda Metro Jaya.

Satgas Anti Mafia Bola ikut tangkap bekas anggota komisi wasit Priyanto (P) dan Anik Yuni Artika Sari (A) yang disebut anak Priyanto.

“P turut dalam pekerjaan sepakbolaan. Ia bukan manajer. Bekas dari komisi wasit. Yang A itu anaknya,” kata Ketua Team Alat Satgas Anti-Mafia Bola Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (27/12/2018).

Terduga Priyanto serta Anik diamankan di dua tempat. Terduga Priyanto sesaat diberikan di Polda Jawa Tengah, sedang terduga Anik telah diterbangkan ke Jakarta.

Dalam masalah ini, polisi juga mengecek 11 saksi. Penyelidikan masalah ini masih tetap selalu di kembangkan polisi untuk mencari ada-tidaknya terduga lainnya.

Polisi menjelaskan terduga Johar Lin Eng, Priyanto, serta Anik Yuni Artika Sari disangka ikut serta dalam penyusunan score di Liga 3 di Jawa Tengah. Diantaranya ikut serta dalam penyusunan score pertandingan Persibara Banjarnegara.

Awal mulanya, Satgas Anti Mafia Bola terima laporan dari manajer club sepakbola, LI, berkaitan pendapat penyusunan score. Laporan itu berkaitan terdapatnya beberapa pihak yang minta uang supaya salah satunya team dapat naik dari Liga 3 ke Liga 2.

“Sesudah dikerjakan klarifikasi pada saksi-saksi serta sesudah dikerjakan proses titel masalah jadi pada 24 Desember 2018 sudah dinaikkan ke penyelidikan,” kata Argo dalam keterangannya, Rabu (26/12).

Laporan LI itu teregister dengan nomer LP/6990/XII/2018/PMJ/DITRESKRIMUM, tanggal 19 Desember 2018, mengenai Pendapat Tindak Pidana Penipuan serta/atau Penggelapan serta/atau Tindak Pidana Suap serta/atau Tindak Pidana Pencucian Uang seperti disebut dalam Masalah 378 KUHP serta/atau Masalah 372 KUHP serta/atau UU RI No 11 Tahun 1980 mengenai Tindak Pidana Suap serta/atau Masalah 3, 4, 5 UU RI Nomer 8 Tahun 2010 mengenai TPPU. Terlapor dalam masalah ini ialah PY serta AYA dkk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *