Prabowo Subianto Kembali Menyinggung Soal Kebocoran Kekayaan Indonesia

Prabowo Subianto Kembali Menyinggung Soal Kebocoran Kekayaan Indonesia

Prabowo Subianto Kembali Menyinggung Soal Kebocoran Kekayaan Indonesia

KABARBERITAONLINE – Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto kembali menyentuh masalah pendapat kebocoran kekayaan Indonesia. Hal tersebut diungkapkannya saat bertemu dengan peserta koalisi nasional Aliansi Pencerah Indonesia (API) bersama dengan eksponen Muhammadiyah di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat.

Ia memberikan contoh masalah pendapat kebocoran kekayaan dalam bagian kelapa sawit. Kebocoran itu diketahuinya semenjak jadi pimpinan perusahaan kelapa sawit selesai pensiun dari TNI pada 1998.

“Jadi saya jadi entrepreneur saat itu, saya diakui pimpin perusahaan kelapa sawit. Jadi saya memahami industri kelapa sawit, dengan semua permainan permainannya, karenanya bisa pencerahan kembali saya, bisa saya narasi kejadian saya ini,” kata Prabowo, Jakarta, Minggu (3/3/2019).

Ia menuturkan, untuk bangun satu perkebunan kelapa sawit, seorang mesti lewat tahapan-tahapan. Dari mulai minta izin ke pemerintah kabupaten (pemkab), lantas ke pemerintah propinsi (pemprov) serta lanjut ke pemerintah pusat.

Waktu itu, lanjut ia, saat ke pemerintah pusat, entrepreneur itu mesti minta izin ke Kementerian Pertanian serta Kementerian Kehutanan. Sesudah itu, baru entrepreneur itu memperoleh sertifikat hak untuk usaha (HGU).

“Demikian ia bisa dengan HGU ia bisa credit, di sini telah mulai bocor, mengapa? Sebab untuk membuka tempat itu ada indeks. Saya tidak tahu saat ini, waktu saya itu indeks seputar 3.000 dollar per hektare, 4.000 per hektare. Walau sebenarnya biaya betul-betul untuk membuka rimba saat itu tidak sampai 2.000. Jaman saya dahulu. Prabowo tidak paham persis indeks saat ini,” tutur Prabowo.

Liberal?

Prabowo mempertimbangkan, jika si entrepreneur itu mempunyai izin HGU sampai 100 ribu hektare. Hingga negara sudah mempunyai keuntungan yang besar sebelum pohon kelapa sawitnya ditanam.

“Yang celaka itu ialah demikian diusung semua, belumlah satu pohon ditanam beberapa keuntungan itu telah ada serta itu dibikin apakah, di kirim ke luar negeri. Sebab apakah? Sebab Indonesia liberal, kita saat ini devisa bebas kita lebih liberal dari mbahnya liberal,” kata Prabowo.

Ditambah lagi, lanjut ia, jika terdapatnya pabrik pengendalian kelapa sawit yang sudah berkembang.

“Uang dari tempat mana, dari pemerintah kembali? Kelak di-mark up kembali pabrik yang harga nya 10 juta dollar dibikin 20 juta dollar, untung kembali,” tutur Probowo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *