Prabowo Subianto Menyindir Pemerintahan Jokowi Hanya Peduli Infrastruktur Semata

Prabowo Subianto Menyindir Pemerintahan Jokowi Hanya Peduli Infrastruktur Semata

Prabowo Subianto Menyindir Pemerintahan Jokowi Hanya Peduli Infrastruktur Semata

KABARBERITAONLINE – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritik masalah pembangunan infrastruktur yang sekarang ini masif dikerjakan oleh pemerintahan Joko Widodo atau karib dipanggil Jokowi.

Menurut dia infrastruktur ini akan percuma bila pembangunannya tidak memperhatikan perekonomian lainnya, contohnya pangan serta pembangunan penduduk yang tidak terbantu.

Walau jalan bagus, kata Prabowo bila tidak ada suport lainnya seperti daya untuk bahan bakar jadi jalan itu tidak dapat dipakai serta cuma akan selesai percuma.

“Kita membuat infrastruktur yang hebat-hebat, jika tidak ada makan, piye? Ya kan. Miliki jalan tol bagus. Tidak ada bahan bakar. Ya sangat terpaksa pakai kuda pun,” kata Prabowo di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Minggu (3/3).

Prabowo menjelaskan, sekarang ini Indonesia tengah dikejar rintangan lainnya berkaitan ledakan masyarakat. Dari data yang ia terima tiap-tiap tahun ada 5 juta kehamilan yang berlangsung di Indonesia.

Dari 5 juta itu, seputar 2 sampai 7 % alami kegagalan. Akan tetapi perihal ini masih tidak kurangi tingginya ledakan masyarakat tiap-tiap tahun.

“Saya diberi angka setiap tahun ada yang hamil 5 juta. 5 juta kehamilan. Kita jika 1 % atau 2 % atau 7 % yang tidak berhasil kehamilan itu sangatlah tinggi. Tetapi bermakna kelahiran setiap tahun dapat berlangsung 4 juta lebih. 4,5 juta lebih,” tuturnya.

Atas data ini menurutnya tiap-tiap tahun Indonesia mempunyai penambahan ‘mulut’ baru yang harus dikasih makan. Atau menurut perhitungannya saat lima tahun ada kira-kira 20 juta masyarakat negara baru di Indonesia yang butuh dikasih makan sampai keperluan lainnya, seperti sekolah, kesehatan, sampai pemukiman.

“Mulut baru mesti kita santuni, mesti kita sediakan. Setiap tahun. Dalam lima tahun bermakna 20 juta masyarakat negara Indonesia baru, 20 juta orang perlu penambahan makanan, perlu sekolah, perlu rumah sakit,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan, pemimpin sekarang ini harusnya berfikir untuk 40 sampai 50 tahun ke depan. Tidak cuma masalah infrastruktur tapi pun pikirkan keberlangsungan hidup masyarakatnya.

“Jadi pemimpin saat ini mesti mikir 40 tahun sampai 50 tahun ke depan. Janganlah mikir untuk diri kita sendiri. Jika ketimpangan ekonomi umumnya berlangsung huru-hara. Orang yang tidak makan waktu ia ingin nunggu tidak makan?” kata Prabowo.

“Ini United Nation (PBB). Jika kita lihat, ketimpangan Indonesia, langkah pandang (saya) ini hampir sama juga dengan PBB. Mereka miliki ide water, energy, food. Pikirkan, bermakna saya telah searah dengan PBB. Pangan, daya, water. Ya kan,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *