Prabowo Subianto Ngaku Kekurangan Dana Kampanye dan Minta Sumbangan

Prabowo Subianto Ngaku Kekurangan Dana Kampanye dan Minta Sumbangan

Prabowo Subianto Ngaku Kekurangan Dana Kampanye dan Minta Sumbangan

KABARBERITAONLINE – Capres nomer urut 2 Prabowo Subianto memberi pengarahan pada beberapa ribu relawannya. Dalam peluang itu, dia minta tolong pada semua relawannya lakukan beberapa perihal untuk memenangi pasangan Prabowo-Sandi pada Pemilihan presiden 2019 yang akan datang.

Diantaranya dengan mengamati serta mengecek kembali rincian pemilih masih (DPT) yang telah diedarkan Komisi Penentuan Umum (KPU). Hal tersebut untuk pastikan jika semua penduduk memperoleh hak suaranya serta untuk hindari rincian pemilih ganda.

“Saya dapet laporan ada 296 grup organisasi relawan, ada yang di luar kota, luar negeri ada dari Abu Dabi, Australia, Timor Leste, Malaysia. Saya meminta pertolongan, tolong dibantu rincian pemilih masih. Check di RW serta RT kalian semasing,” tutur Prabowo di Istana olahraga Senayan, Jakarta, Kamis (22/11).

Diluar itu, Prabowo ikut minta relawannya menolong menggalang dana untuk kepentingan kampanye. Bekas Danjen Kopassus itu mengaku pihaknya menjumpai masalah pada bidang permodalan.

Untuk memenangkan kontestasi lima tahunan ini, Prabowo mengakui cuma dapat memercayakan perjuangan bersama dengan rakyat. Nanti, sumbangan beberapa relawan itu akan diterbitkan menjadi bentuk jika Konsolidasi Adil Makmur transparan dalam soal dana.

“Sangat terpaksa saya meminta pertolongan dari kalian semua sebab kita kekurangan dana perjuangan. Kami meminta kerelaan yang ingin membantu Rp 2 ribu, 5 ribu, 10 ribu, 20 ribu. Kami kelak akan umumkan beberapa nama rekening. Kita cuma (dapat) tergantung pada rakyat,” kata Prabowo.

Ketua Umum Partai Gerindra itu menjelaskan, keadaan kantong koalisinya jauh berlainan dengan tim petahana yang menurut dia banyak didukung investor. Ia menyalahkan jika Pemilihan presiden 2019 adalah kontestasi demokrasi yang cukuplah berat.

“Mereka miliki taktik agar kita tidak dapat berjalan, agar tidak dapat miliki uang apa pun. Ada 800 ribu TPS, jika dua saksi satu TPS, 1,6 juta saksi. Jika kita mesti kasih uang makan mereka semua, berapakah ratus miliar itu semua?” kata Prabowo.

Selain itu, Wakil Tubuh Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Eddy Soeparno menyebutkan, pihaknya masih tetap mampu keluarkan dana untuk semua masalah yang sifatnya operasional proses Pemilihan presiden 2019. Akan tetapi, jika masalah pekerjaan kampanye nasional, mengundang alat yang massif, lakukan pembekalan saksi, serta penuhi keperluan atribut kampanye, pihaknya perlu kerja sama sumbangan.

“Pasti kami menanti, menginginkan pertolongan dengan swadaya, gotong royong dari penduduk seluas-luasnya. Berapakah juga yang direlakan serta diikhlaskan oleh penduduk kami terima,” tuturnya.

Nanti, semua sumbangan akan dimasukkan dalam satu rekening bersama dengan, yaitu rekening pemenangan Prabowo-Sandiaga yang akan diumumkan dengan terbuka.

“Di mana kelak rekening bersama dengan itu akan jadi rekening penampungan dari semua dana yang dengan swadaya dikumpulkan oleh penduduk,” kata Eddy.

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) itu memberikan, pihaknya begitu menghormati berapakah juga sumbangan baik besar ataupun kecil. Buat Eddy nominal angka tidak terpenting. Tetapi semangat yang ada dibalik dana serta sumbangan dari penduduk itu.

“Kita juga lihat beberapa pertemuan Bung Sandi dengan beberapa relawan, grup komune, emak-emak bahkan juga ada yang memberi 600 ribu, 200 ribu, 150 ribu, itu semua kami terima dengan besar hati jika itu tidak kita nilai angkanya tapi malah semangat dibalik angka angka itu begitu besar nilai berkorban yang dipunyai oleh penduduk untuk memenangi Pak Prabowo serta Pak Sandi,” katanya.

Diluar itu, Eddy menolak jika Prabowo jarang berkampanye karena kekurangan dana pribadi. Eddy menuturkan, Prabowo cuma enjoy sebab agenda waktu kampanye masih tetap lama sampai lima bulan depan.

“Oh tidak, saya duga itu bukan manfaat dari kekurangan dana. Tetapi kita lihat kita waktu kampanye itu 7 bulan 1/2. jadi saatnya begitu panjang. saat ini saja masih tetap ada 150 hari ke arah hari H,” kata Eddy.

Eddy menjelaskan, Prabowo serta calon wakil presiden Sandiaga Uno sudah membagi langkah berkampanye, agenda berkampanye, serta membagi peranan masing masing dalam tempo kampanye yang panjang. Eddy menjelaskan, Prabowo berkampanye berbentuk pertemuan yang sifatnya lebih fantastis yang telah dikerjakan di Jawa Timur, Jawa Tengah serta Jawa Barat. Ini hari juga Prabowo berkunjung ke Solo. Sesudahnya merencanakan bersafari ke Kalimantan Timur serta Banyuwangi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *