Sabu Yaba Ditemukan Dalam Teri Medan Usai Dua Tahun Hilang

Sabu Yaba Ditemukan Dalam Teri Medan Usai Dua Tahun Hilang

Sabu Yaba Ditemukan Dalam Teri Medan Usai Dua Tahun Hilang

KABARBERITAONLINE – Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya membuka pengedar sabu, ekstasi, serta ganja jaringan Banjarmasin-Jakarta yang terbungkus dalam paket makanan Teri Medan serta Abon Lele. Petugas juga mengambil alih sabu yaba yang dimaksud lama tidak tampak di peredaran.

Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan sabu type ini berupa abu berupa pil merah muda seperti ekstasi. Menurutnya, narkotika type itu menjadi sabu type baru yang datang dari Thailand.

“Bentuk lebih kecil dibanding ekstasi biasanya tetapi kandungannya metamfetamin serta telah dicek ini bentuk paling baru. Dikemas di Teri Medan,” katanya di Polda Metro Jaya, Jumat (18/1).

Dia menyebutkan pengungkapan sabu type yaba di Indonesia berlangsung semenjak 2013. Akan tetapi, Calvijn mengakui pihaknya tidak pernah merasakan peredaran yaba semenjak dua tahun paling akhir.

Calvijn menyangka peredaran yaba itu berlangsung sebab pemakaian sabu dipandang menyusahkan. Akan tetapi, dia mengakui pihaknya tidak pernah tangkap pemakai yaba hingga belumlah bisa pastikan fakta peredarannya.

“Mungkin pemakaian sabu sangat repot mungkin ia memakai yang lebih sederhana saja. Bergantung peranan pasar jika semacam itu,” katanya.

Yaba yang diambil alih polisi itu adalah barang bekas dari distribusi yang dikerjakan untuk perubahan tahun 2018-2019. Sekurang-kurangnya, ada kira-kira 20 ribu butir yaba.

“Ini bekas produk Desember. Sebetulnya ingin didistribusi habis perubahan tahun 2018-2019 sebab tiap-tiap bulan tentu bisa distribusi,” katanya.

Dalam masalah ini, kepolisian sudah tangkap sekitar 11 orang terduga yakni HAR, FIR, AH, GZ, NR, AR, AW, ZN, TON, FM, serta YAH. Mereka diamankan di empat tempat berlainan.

Calvijn menjelaskan penangkapan itu adalah peningkatan yang diawali pada Bulan Desember. Dari penangkapan yang dikerjakan juga dijumpai tanda bukti sekitar 6,5 kg sabu, 57.578 butir ekstasi serta 15,19 gr ganja.

Dari pernyataan salah satunya terduga, Calvijn menjelaskan GZ tetap menyimpan koper yang berisi sabu di salah satunya kamar hotel di lokasi Mangga Besar, Jakarta Pusat. Ia mengerjakannya lewat cara berpindah-pindah hotel.

“Modus barang di taruh disana, lalu ia kontak ke calon pengambil kunci di resepsionis, mengambil barang disana, kembali kan kunci, cabut,” katanya.

GZ adalah orang yang bertanggungjawab untuk peredaran yaba di DKI Jakarta. Ia dimaksud memperoleh perintah dari pihak yang telah masuk Rincian Penelusuran Orang (DPO) alias buron, yaitu HONG serta MG, yang disebut atasan terduga. Sehari-harinya, GZ juga lakukan distribusi sabu itu.

Beberapa terduga dijaring dengan Masalah 114 ayat 2 subsider masalah 112 ayat 2 Juncto Masalah 132 ayat 1 Undang-Undang Nomer 35 Tahun 2009 mengenai Narkotika. Intimidasi hukumannya ialah penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *