Sebut Soeharto Guru Korupsi Tim Prabowo Sebut Tim Jokowi Dendam

Sebut Soeharto Guru Korupsi Tim Prabowo Sebut Tim Jokowi Dendam

Sebut Soeharto Guru Korupsi Tim Prabowo Sebut Tim Jokowi Dendam

KABARBERITAONLINE – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres serta cawapres nomer urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Faldo Maldini, minta supaya Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf lebih substansif saat keluarkan pengakuan berkaitan masalah korupsi.

Perihal ini diutarakan Faldo menyikapi pengakuan Juru Bicara TKN, Ahmad Basarah, yang menyebutkan jika bekas presiden ke-2. RI Soeharto menjadi ‘guru korupsi’ di Indonesia.

“Saya lihat pernyataan demikian dari TKN, ya kita bicara intisari sajalah. Korupsi kan bukan perihal yang remeh,” kata Faldo waktu didapati di lokasi Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (28/11).

Faldo juga minta supaya pihak TKN tidak kembali lagi menyerang suatu yang personal saat memberikan pengakuan. Ditambah lagi beberapa hal itu dikait-kaitkan dengan Prabowo ataupun Sandiaga. Faldo juga memandang pengakuan ‘guru korupsi’ itu mengisyaratkan tim lawan politiknya, paslon nomer urut 01 Jokowi-Ma’ruf, mempunyai seperti dendam tidak berakhir, terpenting pada Prabowo.

“Jangan pernah personal things dibawalah dalam soal kaya gini. Saya membaca ada seperti dendam yang tidak selesai jika saya lihat dari team 01 ini,” tutur pria yang sempat jadi Presiden Tubuh Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kampus Indonesia itu.

Mendiang Soeharto yang disebut Presiden ke-2 RI ialah penguasa orde baru yang bertahan saat 32 tahun. Rezimnya hancur oleh gelora tuntutan reformasi pada. 1998 yang lalu sebab diantaranya menuding Soeharto serta kroninya menjadi biang Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN). Soeharto didapati menjadi bapak dari Titiek yang disebut bekas istri Prabowo.

“Tetap sedikit-dikit mertua Prabowo, terkadang bekas istri Prabowo, orang-tua Prabowo, atau Prabowonya sendiri (terserang) jadinya kan bagaimana begitu ya,” kata Faldo.

Walau sebenarnya, sambungnya, dalam pemilu harusnya tidak sama-sama serang sampai ke ranah personal. Seharusnya ke-2 peserta Pemilihan presiden 2019 malah sama-sama serang dengan program yang diunggulkan untuk menarik simpati penduduk. Ditambah lagi berkaitan pemberantasan serta mencegah korupsi ini.

“Pemilu ya ide. Apakah yang di tawarkan 01 ini untuk korupsi mesti jelas, biarlah, tinggalkan desas-desus personal,” kata pria yang menjabat menjadi Wasekjen PAN.

Sebut Soeharto Guru Korupsi Tim Prabowo Sebut Tim Jokowi Dendam
Sebut Soeharto Guru Korupsi Tim Prabowo Sebut Tim Jokowi Dendam

Sindiran Gerindra pada Kader PDIP

Selain itu, anggota Tubuh Komunikasi Gerindra Andre Rosiade memandang pengakuan Ahmad Basarah yang menjelaskan Soeharto menjadi guru korupsi di Indonesia adalah bukti PDIP antikritik serta tidak ingin mengintrospeksi diri.

Oleh karenanya, Andre juga mengkaitkan dengan adanya banyak kader. PDIP serta partai dalam konsolidasi pengusung Jokowi-Ma’ruf yang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Patut saja tiap-tiap minggu kader PDIP tiap-tiap minggu ada atau kader konsolidasi simpatisan Jokowi ada diamankan KPK selalu. Sebagian besar kader PDIP serta Golkar jika tidak salah,” kata Andre.

Menurutnya, PDIP serta parpol dalam konsolidasi Jokowi-Ma’ruf semestinya mengintrospeksi diri atas pengakuan yang dikatakan Prabowo. Andre menuding tindak koruptif sekarang ini tambah lebih kronis dibanding yang berlangsung pada masa Orde Baru.

“Semestinya pengakuan Prabowo itu introspeksi kita semua. Mengapa saat jaman Soeharto dibawah meja, saat ini digondol sama meja-mejanya dibawa pulang,” kata figur yang adalah Jubir Tubuh Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu.

Diluar itu, Andre berkata, PDIP serta parpol dalam konsolidasi simpatisan Jokowi-Ma’ruf dapat juga mencontoh langkah Prabowo dalam mengawasi kader Gerindra supaya tidak lakukan tindak pidana korupsi.

“Lihat Gerindra, anggota DPR-nya tidak ada yang diamankan KPK, itu Prabowo jagalah benar kadernya jangan pernah korupsi,” katanya mengaku.

Lebih jauh, Andre mengakui bingung dengan pengakuan Basarah yang menyebutkan Soeharto menjadi guru korupsi. Andre ikut memandang, jumlahnya kader PDIP serta parpol dalam konsolidasi simpatisan Jokowi-Ma’ruf yang dicokok KPK adalah bukti jika pemerintahan sekarang ini tidak mempunyai kebijaksanaan yang pro pada pemberantasan korupsi.

“Ini masalah pro ataukah tidak, jadi penduduk dapat lihat ini tidak pro pemberantasan krorupsi, yang ini pro,” katanya.

Awal mulanya, Basarah mengemukakan jika Soeharto adalah guru korupsi di Indonesia. Hal tersebut dia jelaskan untuk menanggapi perkataan Prabowo yang mengatakan jika korupsi di Indonesia sekarang ini telah masuk kelompok darurat korupsi bak kanker fase empat.

“Jadi, guru dari korupsi Indonesia sesuai dengan Tap MPR Nomer 11 tahun. 1998 itu bekas presiden Soeharto serta itu ialah bekas mertuanya pak Prabowo,” kata Basarah waktu didapati di kantor Megawati Institute, Menteng, Jakarta, Rabu.

Orang politik PDIP itu menyatakan hal tersebut bukan tiada fakta. Dia menjelaskan riwayat pemberantasan korupsi di Indonesia baru diawali sesudah Soeharto roboh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *