Tuan Guru Bajang Angkat Bicara Mengenai Kriminalisasi Ulama

Tuan Guru Bajang Angkat Bicara Mengenai Kriminalisasi Ulama

Tuan Guru Bajang Angkat Bicara Mengenai Kriminalisasi Ulama

KABARBERITAONLINE – Mantan gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) meluruskan tuduhan kriminalisasi ulama yang diperuntukkan ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) oleh lawan politiknya. Ia memberikan contoh masalah menerpa Habib Rizieq Shihab.

Dalam satu video yang ditayangkan account TV Alat Online lewat Youtube, TGB memperbandingkan masalah dihadapi Habib Rizieq waktu Jokowi dengan masa pemerintahan awal mulanya.

“Apa yang sebetulnya saat ini berlangsung? Benar jika Habib Rizieq sempat ditersangkakan. Tetapi lalu di SP3-kan. Ada proses hukum, lantas ada SP3. Sp3 itu berarti tidak masuk pengadilan, ditambah lagi masuk penjara. SP3 itu stop hasilnya,” kata TGB.

“Di waktu sebelum Pak Jokowi (Presiden), Habib Rizieq bukan sekedar ditersangkakan, bahkan juga beliau diterdakwakan, diadili serta habiskan waktu hukuman dipenjara sampai beliau bebas. Mengapa pada saat itu tidak ada yang menjelaskan kriminalisasi ulama?”

TGB yang bekas orang politik Partai Demokrat lalu melanjutnya orasinya.

“Apakah masih tetap tidur seperti ashabul kahfi serta saat ini baru bangun? Ini pertanyaan simpel. Kemana anda dahulu saat beliau dipenjara? Mengapa anda tidak menjelaskan ada kriminalisasi ulama sebelum pemerintahan Pak Jokowi?” katanya.

Ashabul kahfi adalah cerita tujuh pemuda yang tertidur lelap di gua saat 309 tahun sesudah lari dari kejaran Raja Dikyanus yang kejam. Cerita ini berlangsung sebelum jaman Nabi Muhammad SAW.

TGB memandang yang terkena oleh Habib Rizieq Shihab waktu itu itu tambah lebih berat dari sekrang.

“Kalau saat ini terduga, tetapi tuntas SP3. Tapi tidak jadi sebab kurang bukti. Tapi jika dahulu, bukan sekedar terduga, terdakwa, terpidana menunaikan hukuman. Manakah saat ini yang membela beliau dahulu itu? Manakah?” tuturnya kembali.

Menurut dia nada yang memakai nama Habib Rizieq menjadi fakta terjadinya kriminalisasi ulama ialah nada beberapa orang yang tidak senang pada Presiden Jokowi.

“Karena tidak senang saja. Jika memang benar, ukurannya ialah apakah yang menerpa beliau, malah beberapa waktu waktu lalu lebih berat. Tapi dahulu tidak ada Pak Jokowi permasalahannya serta tidak ada kebutuhan politik,” tutur TGB.

Ia ajak semua penduduk lihat fakta.

“Apakah benar kita menjadi umat Islam ini tersulitkan dalam mengamalkan Islam di Indonesia? Saya bertanya, adakah yang terasa susah? Apa ngaji sulit? Sembayang sulit? Naik haji sulit? Ya memang naik haji itu sulit, tetapi susahnya bukan sebab pemerintah, tapi sebab paketnya hanya terbatas.”

TGB memandang tidak ada perihal yang memberikan jika ada kriminalisai ulama atau meminggirkan umat Islam masa saat ini.

“Ini saya berikan untuk ajak semua berfikir apakah yang kita baca di sosial media itu beberapa besarnya hoax atau bohong. Ditambah lagi yang ajaib-ajaib, ada yang tuturnya surat nada telah tercoblos eh nyatanya bohong. Satu-satu ketahuan bohong, bohong, bohong innalillahi wainnalilahi rajiun.”

TGB ajak penduduk memberi dukungan Jokowi-KH Ma’ruf Amin, sebab pasangan ini menurut dia menjadi putra terunggul bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *